Tidak sedikit orang yang mempunyai ekspektasi tinggi, tapi lupa untuk memberi apresiasi. Mengapa? Bisa jadi, sudah terlanjur tidak suka, menyepelekan, atau tidak ada ‘sense’.
Padahal, jika kita bisa memberikan apresiasi, sebenarnya, kita telah menjadi “motivator” yang hebat untuk setiap orang yang sedang berjuang.
Hanya saja, hal di atas yang disebutkan itu tidak jadi masalah bagi orang-orang yang sudah ‘selesai’ dengan hidupnya. Sebab, yang ada dalam dirinya adalah damai, dan tidak memerlukan lagi untuk sebuah apresiasi. Hidup itu jauh lebih bermakna dari hanya sekadar apresiasi/pujian.
Rm. Petrus Santoso SCJ

