Serius? Kita sungguh telah memberi apresiasi positif pada diri sendiri?
Jangan asal menjawab dan merasa yakin percaya diri, jika kita ternyata hobi nyinyir, memfitnah, membenci, iri hati, dan apalagi mendendam pada sesama.
Ketika kita menyebar aura negatif, lewat pikiran, tatap mata, bibir, atau jari ini. Sesungguhnya, kita tidak menghargai dan menghormati orang lain. Sebaliknya kita cemari dan kotori hati sendiri.
Kita berani memberi apresiasi positif pada diri ini, ketika kita menghargai dan menghormati sesama. Apa pun sikonnya. Tanpa menyalahkan atau mencari pembenaran diri.
Stop! Untuk menghakimi, berpikir negatif, dan berprasangka buruk. Saatnya kita belajar untuk memberi apreasi positif pada diri sendiri.
Caranya adalah dengan mengelola anugerah Tuhan secara bijaksana dan bermanfaat bagi sesama.
Dengan memberi apresiasi positif itu kita semangati diri sendiri untuk berkarya secara nyata dengan 4 K: kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas.
Dengan bekerja keras mewujudkan cita-cita. Karena tidak ada cita-cita yang diperoleh secara instan, tapi lewat perjuangan dan pantang menyerah.
Dengan bekerja cerdas, kita makin efesien dan efektif dalam mengelola pekerjaan untuk memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan.
Dengan bekerja ikhlas, kita bekerja sebagai ibadah. Apa pun pekerjaannya, baik yang sederhana
atau sulit, semua dilakukan dengan rendah hati, bertanggung jawab, dan bahagia.
Dengan bekerja tuntas, kita tidak menunda atau membuang-buang waktu. Tapi bekerja dengan disiplin untuk menuntaskan pekerjaan itu sesuai target dan tepat waktu.
Selalu menghargai, mengormati, dan mengapresiasi positif orang lain seperti kita melakukannya pada diri sendiri.
Salam hormat dan bahagia.
Mas Redjo

