| Red-Joss.com | Awalnya kita diajar, dituntun, lalu kita menemukan sendiri. Setelahnya api cinta Allah itu dinyalakan dan sekarang dibagikan.
Api cinta Allah itu tidak akan pernah membakar dan menghanguskan kita. Tapi api cinta Allah itu berkobar, menghangatkan dan menyemangati hidup kita.
Api cinta Allah itu simbol dari cara kita mengaktifkan peran Roh Kudus dalam diri kita. Mengapa perlu diaktifkan?
Sebelumnya kita menerima, tapi tidak menyadari, membiarkannya, dan melupakannya.
Sebelumnya kita menerima, tapi tidak pernah memakainya. Kita menerima, tapi meremehkannya.
Sekarang, api cinta Allah itu telah bernyala dan berkobar-kobar. Tidak ada yang bisa, boleh dan akan memadamkannya. Api cinta Allah itu telah menerangi hidup kita agar digunakan sesuai dengan fungsinya.
Rasakan dan lihat dahsyatnya, saat hati kita dibakar oleh cinta Allah. Sehingga kita dipenuhi sukacita. Allah tidak hanya hidup, bergerak dan ada dalam hati, tapi lebih dari itu Allah telah tinggal, menyatu dan melindungi kita.
Jiwa dan hati kita dilimpahi dengan damai yang datangnya dari Roh Kudus. Kini saatnya, pikiran kita diarahkan dan fokus kepada hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus. Mulut kita selalu berkata, “Ya dan Amin”, karena dari mulut ini terdengar suara kesaksian dari pribadi yang telah dimenangkan oleh dan dalam nama Tuhan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

