“Turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya, tapi tidak melakukannya” (Mat 23: 3).
Siapa yang tidak kenal para ahli Taurat dan orang Farisi? Mereka adalah orang-orang penting dan termasuk golongan pemimpin bangsa Yahudi. Sebagai pemimpin, mereka tidak puas hanya dengan kedudukan yang dimiliki, tapi masih mengharapkan penghormatan lebih dari orang Israel. Mereka tampak saleh sebagai pengajar, padahal mereka tidak melaksanakan seperti yang mereka ajarkan. Oleh karena itu, Yesus berkata kepada orang banyak agar tidak mengikuti perbuatan mereka. Mereka suka memakai atribut rohani dan duduk di tempat terhormat serta terdepan dalam perjamuan maupun di rumah ibadat. Namun, sikap mereka yang tampak religius itu bukanlah karena sungguh mengasihi Tuhan. Semua itu mereka lakukan untuk meninggikan diri, mencari pujian, dan mendapatkan penghormatan dari orang lain.
Sungguhkah setiap kebaikan yang kita lakukan hanya untuk kemuliaan Tuhan? Ataukah terkadang demi kemuliaan diri sendiri? Motivasi kita dalam melakukan kebaikan sangat menentukan nilainya di hadapan Tuhan.
Marilah memohon kepada Roh Kudus agar kita setia mengikuti dorongan-Nya untuk melakukan segala sesuatu dengan penuh syukur, karena mengasihi Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita.
Sr. Mary Faustiana, P. Karm
Selasa, 03 Maret 2026
Yes 1: 10.16-20 Mzm 50: 8-9.16-17.21.23; Mat 23: 1-12
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

