Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | “Kepala kucing yang telah mati,” jawab Sozan.
Kita, sang manusia ini, sering mengidealkan untuk menjadi dan memiliki pribadi yang baik.
Pribadi yang terpuji dan berharga serta berguna bagi sesama di dalam kehidupan ini. Hal ini, tentu menjadi sebuah harapan agung yang sangat positif.
Jika Anda dan saya sungguh ingin menjadi serta memiliki ‘pribadi yang baik dan berhargaโ, ikuti dan cernakan kisah filosofis berikut ini!
Sozan, sang guru Zen hebat di China. Suatu hari, seorang nuridnya bertanya, “Guru, apakah yang paling berharga di atas bumi maya ini?”
“Kepala seekor kucing yang telah mati!” jawab sang guru Zen.
“Mengapa justru demikian?” tanya sang murid keheranan.
“Karena, tidak seorang pun dapat ‘mengetahui dan mengukur,’ berapa harganya,” jawab sang guru.
Saudaraku, jika di dalam hidup serta berkariermu, kamu mendapatkan gaji setelah sebulan bekerja. Itu terjadi karena bos tempat usahamu dapat mengukur menilai/jasa kerjamu dalam sebulan.
Seorang maestro emas dapat mengukur dan mengetahui berapa karat serta harga sebatang emas murni.
Atau juga, seorang guru matematika, dia dapat memuji dan memberikan angka / nilai 9 untuk sang murid pandai itu.
Bahkan, ahli ilmu alam atau pun sang dokter, sanggup mengukur suhu tubuh seorang manusia; tetapi sesungguhnya, tidaklah berlaku demikian untuk semua hal.
Tetapi para saudaraku, sang budiwan-budiwati, dapat dan sanggupkah, saudara mengukur dan menilai jasa sebuah kesetiaan, sejumput ketulusan, seabrek pengorbanan, seluhur kerendahan hati, serta segunung kejujuran, sang manusia berkarakter?
Itulah “sederet keluhuran” yang tak dapat dihitung dan bahkan dinilai, berapa harganya.
Keluhuran serta keagung karakter mulia sang manusia memang tidak dapat diukur lewat nalar kalkulasi sang manusia.
Itu adalah sebuah “nilai luhur,” maka sang manusia tidak sanggup mengukurnya. Karena sebuah “nilai” adalah suatu yang luhur mulia, yang senantiasa dirindukan manusia.
Mari saudaraku, semoga Anda dan saya, kita pun sanggup menjadi seorang manusia yang sungguh bermartabat serta berkarakter mulia.
“Hanya Tuhanlah Sang Penilai hidup kita.”
…
Kediri,ย 11ย Aprilย 2023

