Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Apa yang telah engkau lakukan untuk mereka yang kelaparan?”
(Suara Sang Kebenaran)
…
Saya Lapar, Saudara
Di sebuah pagar tembok kumal di sudut sebuah kota tua, tampak seuntai coretan / tulisan dengan cat berwarna kemerahan, berupa sebuah frase berbahasa Indonesia, “Saya lapar.”
Maka, spontan terdengar sebuah celetuk nan halus tersamar dari seorang yang sedang melintas di lorong itu, “Yo, makan to, kalau kamu lapar.” Seketika itu juga segera disambung pula oleh orang yang lain, “Kasihan, andaikan saya orang kaya, akan kuajak dia untuk makan di rumahku.”
Sebuah Ironi
Aspek pesan atau makna itu justru kian menarik dari tulisan / coretan yang bernada meringis merana, ditulis di saat maraknya ajang kampanye parpol, juga paslon pemimpin (Pilkada) bulan November 2024 ini.
Mari, Ikuti dengan saksama Kisah Memilukan ini!
Anda Diciptakan untuk Membantu
Saya melihat seorang gadis kecil di jalan, ia kedinginan dan kelaparan sambil menggigil dengan hanya memakai pakaian tipis.
Menyaksikan pemandangan mengharukan itu, saya spontan marah kepada Tuhan sambil berbisik, “Mengapa Engkau sudi membiarkan anak sekecil ini merana kelaparan dan kedinginan. Mengapa Engkau justru tidak berbuat sesuatu?”
Di malam itu juga, saya sempat mendengar ada bunyi suara yang tersamar, “Saya sudah berbuat sesuatu untuk hal itu, bukankah Saya sudah menciptkan engkau. Apa yang telah engkau perbuat untuk si gadis kecil ini?”
After De Mello
(1500 Cerita Bermakna)
Kisah Kepahitan Abadi
Bukankah sudah sejak dari awal mula kehidupan ini, selalu saja kita manusia mengalami bencana kelaparan? Kehausan dan penindasan? Kemiskinan dan kemeranaan?
Mengapa dan dari mana datangnya bala bencana maha mengerikan ini? Dunia telah berbuat apa? Para pemimpin negara-negara telah berbuat apa? Para Agamawan dan para pengikutnya pun telah melakukan apa?
Bahkan bagi saya, masalah kehuasan dan kelaparan ini sudah dapat digolongkan sebagai bala bencana keabadian.
Kita Kelaparan dan Kehausan dalam Segala Hal
Kita ini, sejatinya mengalami bencana kelaparan dan kehausan dalam hal apa? Kelaparan dan kehausan akan makanan jasmani semata? Ataukah juga kelaparan dan kehausan secara rohani?
Jika kita mau bersikap tulus dan jujur, sejatinya dunia ini sudah sedang tidak baik-baik saja. Memang sudah dari sananya. Sudah sejak awal mula kehidupan ini.
Mengapa justru terjadi bala bencana kelaparan? Apakah karena sikap ketidakadilan? Karena sistem politik dan ekonomi kita? Atau karena faktor kemiskinan semata?
Kamu harus Memberi Mereka Makan!
Tapi nyatanya secara Alkitabiah, Tuhan meminta kita untuk memberi mereka makan. Tuhan pun telah melakukan hal itu, dengan memberi orang banyak makan.
Sudah nyata pula, bahwa memang sangat banyak orang yang kelaparan, kehausan, dan kedinginan di jalan kehidupan ini.
Mereka telah mengalami kehausan dan kelaparan secara jasmaniah pun rohaniah.
Nyata pula, bahwa ada orang yang kehausan akan cinta dan kasih sayang. Ada pula orang yang haus akan keadilan dan kedamaian. Ada pula orang yang kehausan dan kelaparan akan kesehatan secara fisik pun mental.
Sejatinya terhadap semua realitas merana ini, kita sudah berbuat apa?
…
Kediri, 5 Desember 2024

