Tidak usah berpura-pura baik. Sebab kebaikan itu tidak dinilai diri sendiri, tapi oleh orang lain.
Tidak usah berpura-pura tegar. Sebab ketegaran itu tidak bisa ditutupi dengan berpura-pura tersenyum. Tapi, ketika persoalan itu datang, kita harus bisa menguatkan dan memotivasi diri sendiri.
Tidak usah berpura-pura jadi orang yang hebat. Sebab kehebatan itu akan membuat kita terbebani. Ketika jatuh, gagal, atau merasa dipermalukan, karena kebohongan kita diketahui atau terbongkar.
Tidak usah berpura-pura dalam menjalani kehidupan ini. Sebab yang baik itu tetap baik, yang benar akan tetap benar, dan yang asli itu tetap asli.
Dimulai saja hidupmu dengan menghidupi semangat kasih dari pribadi-pribadi yang dekat: keluarga dan komunitas. Jika mereka mengatakan, bahwa kita benar atau salah, baik atau tidak baik, maka kita bisa meng-amini-nya. Sebab mereka yang melihat dan mengetahui hidup keseharian kita.
Bersama dengan mereka kita berjuang untuk jadi pribadi yang baik, benar, dan asli. Ketika semuanya bisa menyatu akan jadi indah, karena terikat dalam kasih.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

