Oleh : Mas Redjo
| Red-Joss.com | Bagai air mengalir, pelan tapi pasti, begitu pula dengan hidup ini yang harus saya jalani, nikmati, dan syukuri. Untuk merasakan tahapan demi tahapan proses penyelenggaraan Allah yang luar biasa.
Jujur, sejak semula saya tidak miliki mimpi yang muluk-muluk dalam membina hidup berumah tangga.
Saya sadar sesadarnya dan tahu diri, bahwa saya tidak memiliki perusahaan, orangtua yang kaya, dan saya juga bukan selebritis. Saya adalah rakyat kebanyakan dan pendidikan saya juga tidak tinggi.
Saya tidak bermimpi menjadi orang hebat atau kaya. Tapi saya ingin membina keluarga yang damai sejahtera dan bahagia.
Mimpi saya sederhana. Saya ingin memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak-anak, paling tidak hingga tamat es-em-a. Tidak lebih rendah dari pendidikan saya.
Impian saya tidak muluk-muluk, bukan berarti saya mau bekerja santai atau asal-asalan, sebaliknya saya getol bekerja. Saya rajin menabung dan mengelola uang dengan baik demi masa depan keluarga.
Saya dan istri juga mengajari anak keterampilan seperti cara membuat mobil-mobilan dari kardus, kertas koran, dan sebagainya. Tujuannya agar anak menjadi kreatif dan kelak jika dikembangkan bisa menjadi ladang uang.
Tidak hanya itu, jika mengajak anak naik taksi atau bus kota, saya dan anak duduk di dekat sopir. Bahwa dengan bekerja nyupir itu kita dapat memperoleh uang untuk keluarga.
Saya mencari kerja sampingan agar mempunyai uang tabungan lebih. Saya tidak malu bekerja sebagai calo, jual beli barang apa saja yang penting halal. Asal keluarga tidak berkekurangan.
Tahapan demi tahapan proses penyelenggaraan Allah dalam hidup berumah tangga itu sungguh saya rasakan, nikmati, dan syukuri. Tanpa keluhan, protes, atau konflik. Tapi dengan penuh sukacita.
Alhasil, saya sungguh tidak pernah membayangkan anugerah Allah yang luar biasa pada keluarga saya. Bahkan capaian itu di luar logika.
โKetika kita takut akan Allah dengan bekerja secara jujur dan benar, maka IA akan mengucurkan rezeki yang luar biasa pada keluarga kita.โ
Percayai dan ainul yakin!
…
Mas Redjo

