Tergantung dilihat dari sudut yang mana? Dilihat oleh siapa? Juga situasi dan kondisinya bagaimana?
Ada yang datang dengan senyum dan jabatan tangan. Ada yang senyum dengan melambaikan tangannya. Ada yang lewat begitu saja. Ada yang diam, memandang pun tidak. Juga ada yang tidak saling mengenal.
Manusia selalu ada batasnya. Saat ini nyata, di hari lain tidak nyata. Sekarang nyata, di kesempatan lain jadi tidak nyata. Manusia tidak pernah bisa konsisten. Berubah-ubah adalah sifat, sikap, karakter, dan tingkah-lakunya.
Aku yang ada di antara lingkaran itu, berpikir jauh tentang wujud dari hadirnya Gereja, yaitu Gereja yang hidup dengan senyum yang ramah, tangan yang hangat, kedekatan dari murid-murid Yesus yang akrab dan tawa-canda penuh gembira.
Aku sedang berpikir tentang Gerejaku. Gerejaku yang dipenuhi dengan pelita yang terpasang dan bercahaya dalam pelayanan dan kesaksian.
Nyata atau tidak nyata? Lalu aku ada di mana? Sebab, cepat sekali berubah dari Minggu ke Minggu.
Rm. Petrus Santoso SCJ

