Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Apakah kehadiranku sungguh membawa berkat dan manfaat bagi kehidupan?”
(Didaktika Hidup Sejati)
…
| Red-Joss.com | Di dalam hidup ini, kita manusia memiliki sejumlah aksesoris sebagai sarana khusus yang bertujuan untuk mendukung kebutuhan hidup kita.
Saputangan dan Dasi
Mari sebentar kita melihat saputangan kita yang sederhana ini…
Dia hanyalah selembar kain kecil yang tersimpan dalam saku hampir di sepanjang waktu, namun sangat berguna dan mudah dijangkau untuk mengelap air mata dan keringat.
Bagaimana dengan seutas dasi? Dasi bisa dilihat dengan mudah dan sangat keren. Tapi apa gunanya seutas dasi? Tidak banyak! Hanya untuk hiasan, untuk dipamerkan. Tidak ada yang lain. Justru sangat berkebalikan dengan manfaat dari selembar saputangan yang sederhana.
Nah, kita lebih suka jadi selembar saputangan ataukah seutas dasi?
Rm. Jerry M. Orbos, SVD
(Berhenti Sejenak Bersama Tuhan)
Hidup yang Bermartabat
Hidup yang berkualitas adalah sebentuk hidup yang dibaktikan atau dipersembahkan bagi sesama manusia. Itulah model hidup yang bermartabat.
Karena di dalam proses hidup ini, orang-orang rela memberikan dirinya, membaktikan, dan mempersembahkan seluruh potensi dirinya demi kebaikan serta kesejahteraan sesama manusia.
Nilai Luhur Selembar Saputangan
Ada pun potret riil dari selembar saputangan yang mendeskripsikan sejumlah nilai luhur sebagai ciri khasnya.
Selembar Saputangan itu:
- Ia hadir dan ada dalam wujud secarik kain yang kecil serta sederhana.
- Ia akan diperlakukan sesuka hati oleh pemiliknya.
- Ia rela dan setia untuk membersihkan serta mengelap kotoran, keringat, serta air mata dari pipi pemiliknya.
- Bahkan ia selalu hadir, walaupun tersembunyi.
Inilah sejumlah nilai luhur sebagai saksi bisu dari keberadaan selembar saputangan.
Ketika di dunia edan ini sambil membusungkan dada dan berlomba-lomba untuk jadi pribadi yang terdepan, namun sebaliknya dengan karakter mulia dari selembar saputangan.
Bagaimana dengan Anda?
Non multa sed multus!
(Bukan banyaknya, tapi kualitasnya).
…
Kediri, 27 November 2024

