Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”
(Pepatah Bangsa Kita)
| Red-Joss.com | Kita sangat biasa mendengarkan ucapan persuasif berupa nasihat, ajakan, khotbah, atau pidato yang sifatnya mengajak orang untuk dapat bersatu.
Saya masih sangat ingat dengan sebuah pepatah petitih bangsa kita, sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain.
Bukankah makna meluas dari balik pepatah ini juga bermaksud, bahwa sampai terjadinya selembar kain, tidak lain karena terjalinnya tiap-tiap lembar benang?
Di balik makna itu terselip sebuah pesan, jika kita bersatu, maka akan membentuk sebuah kekuatan utuh.
Beberapa bulan sebelum meninggal, seorang Ayah mengumpulkan kesembilan putranya. Kepada mereka, Ayah itu memperlihatkan sebatang lidi.
Ia meminta mereka untuk mematahkan lidi itu. Ternyata, sangat mudah.
Sang Ayah mengambil tiga ratus batang lidi dan meminta kepada si sulung untuk mengikatnya menjadi satu.
Setelah diikat dan menjadi seikat sapu lidi, maka tak seorang pun dari kesembilan bersaudara itu yang sanggup mematahkannya.
Sambil tajam menatap mata mereka, sang Ayah pun berujar, “Hai anak-anakku, itulah misteri terbesar dari kedasyatan sebuah persatuan!”
(Setetes Embun bagi Jiwa)
Mari kita senantiasa belajar, agar dapat memahami aneka misteri dari balik rimba raya kehidupan ini.
…
Kediri,ย 11ย Januariย 2024

