Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Antara pemenang dan pecundang itu bagaikan dua buah kutub yang selalu berseberangan.”
(Didaktika Hidup Sadar)
Prinsip ‘Dualisme’
Dunia dan realitasnya selalu menampilkan ‘dua sisi’ kehidupan yang saling bertolak belakang alias berbeda.
Maka, ‘dualisme’ adalah sebuah konsep ilmu filsafat yang menyatakan, bahwa ada dua prinsip atau entitas dasar yang berbeda dan bahkan sering bertentangan dalam realitas hidup ini.
Betapa Kontrasnya Sikap antara sang Pemenang dan Pecundang
Hal ini dapat kita pahami lewat reaksi-reaksi spontan mereka di saat meghadapi sebuah realitas hidup.
- Sang Pemenang sejati dengan lantangnya berseru, “Marilah kita mencari tahu tentang misteri dari kerumitan hidup ini!”
- Si Pecundang dengan tak kalah lantang berteriak, “Ah akan sia-sia upayamu itu, karena memang tidak seorang pun yang sungguh tahu.”
- “Saudara, saya memohon maaf atas keteledoran saya,” seru sang Pemenang.
- Si Pecundang dengan sinisnya menimpali, “Ah, itu bukan kesalahan saya, itu urusanmu.”
- Dengan tekun dan bertanggung jawab Pemenang itu akan berupaya untuk menyelesaikan sebuah problem hidup.
- Si Pecundang dengan berbagai cara berupaya menghindari permasalahan itu.
- “Saya sungguh menyesal atas hasil perjuanganku yang belum maksimal ini.” Demikian sesal sang Pemenang.
- Si Pecundang berkata, “Tapi, saya kan sudah tampil tidak seburuk orang lain, bukan?”
- Sang Pemenang sejati akan giat berguru kepada seseorang yang lebih bijaksana daripada dirinya.
- Si Pecundang malah akan meremehkan kehadiran orang bijaksana itu.
- Sang Pemenang dengan ikhlas berkata, “Semoga ada jalan dan cara lain yang lebih baik untuk kita lakukan.”
- Si Pecundang dengan angkuh akan berkata, “Ya, sudahlah saudara, kita ikhlaskan saja, mengapa harus repot-repot.”
Mari Menarik Benang Merah
Setelah dengan cermat Anda memperhatikan reaksi dan tuturan dari sang Pemenang dan Pecundang, maka Anda dapat menyimpulkan, bahwa sungguh bertolak belakang sikap dan reaksi antar keduanya. Sang Pemenang cenderung untuk bersikap optimis dan kreatif. Sebaliknya, Pecundang itu justru cenderung untuk bersikap pesimis dan masa bodoh.
Bagaimanakah Sikap Anda saat Menghadapi Keadaan Ini?
Pertama-tama, tentu Anda perlu memahami dan menerima akan kenyataan dari kedua perbedaan ini. Itulah isi dan kualitas riil dari kedua personal ini. Tentu, sikap Pemenang itu patut Anda apresiasi dan dapat meneladaninya. Sedangkan sikap Anda terhadap Pecundang itu agar tetap dipahami, sekalipun tentu Anda tidak akan menirunya.
Refleksi
Bagaimana Anda akan bersikap di dalam arena kehidupan riil ini? Juga bagaimanakah sikap Anda sendiri?
Apakah Anda sungguh sadar, bahwa “siapakah sejatinya diri Anda?” Apakah Anda itu Pemenang sejati ataukah hanya sebagai Pecundang yang terkapar di tanah?
“Non multa, sed multum”
Kediri, 11 Oktober 2025

