| Red-Joss.com | Pernahkah kita melihat seseorang yang sulit merasa bahagia, atau tidak ada lagi hal yang menarik dalam hidupnya? Atau barangkali Anda sendiri pernah berada dalam kondisi ini?
Mereka itu disebut dengan ‘anhedonia’. Hidup mereka terasa hampa, tidak nyaman, dan membosankan.
‘Anhedonia’ adalah kondisi di mana seseorang kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukainya. Kondisi itu juga membuat menurunnya daya untuk merasa bahagia. Prihatin!
Mungkinkah yang nyinyir di medsos itu masuk kategori ‘anhedonia’? Turun daya mereka untuk berbahagia lantaran tidak bisa menerima fakta, bahwa tidak setiap keinginan bisa keturutan?
Mungkinkah anak-anak yang demen membuli itu sedang terdegradasi kesanggupan mereka berbahagia, karena sikap nyinyir orang dewasa? Walau kaya dan terhormat orangtuanya?
Bukankah godaan hape di kala Ekaristi juga gejala menurunnya kesanggupan orang dewasa berbahagia dengan keagungan sakramen Ekaristi, hadiah tidak ada duanya bagi Gereja?
Bukankah kesanggupan anak muda untuk bahagia menurun, karena melihat polah tingkah orang dewasa?
“Karena itu janganlah kamu kuatir akan hari esok, karena hari esok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari sudah cukup untuk sehari” (Matius 6:34).
Salam sehat.
…
Jlitheng

