Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
- Kata orang, ‘mutiara itu hanyalah air mata sang dewi yang membekuโ.
- Saya hanyalah sebutir pasir yang yang masuk ke dalam kerang, lalu menjadi sebutir โmutiaraโ.
- Dan, kata-kata indah itu kita sebut ‘kata-kata mutiaraโ.
Berdasarkan ‘ketiga statemen bermakna’ di atas, hal ini menunjukkan, bahwa sang “mutiara” itu memang bernilai, karena keindahannya.
Mengapa mutiara itu mahal dan berharga? Karena memang, dia bernilai keindahan yang memikat dan memukau.
Saudaraku, ternyata sesuatu yang tampak indah serta bermakna itu, biasanya ia telah melewati sebuah proses panjang. Ada pergulatan yang melahirkan rasa sakit serta penderitaan.
Anda pun sebutir mutiara adalah judul tulisan kecil ini. Tulisan ini, saya turunkan atas dasar hasil refleksi saya, mengapa sampai adanya mutiara indah yang kita kenal kini.
Saudaraku, proses terbentuknya sebutir mutiara indah itu, ternyata sangat alamiah serta lewat proses biologis di dasar samudera biru.
Sekeping kerang atau pun tiram, tersentak kesakitan karena kemasukan pasir. Dengan sekuat daya dan tenaga, sang kerang itu pun mengeluarkan sejenis cairan dari dalam tubuhnya untuk melindungi diri. Cairan itu membungkus pasir selama bertahun-tahun hingga akhirnya menjadi sebutir mutiara indah.
Proses menjadi sang manusia sejati yang hidup serta berjuang keras pun laksana perjuangan sekeping kerang yang kelak menjadi sebutir mutiara.
Sesosok pribadi agung nan hebat, biasa terlahir dari suatu proses yang panjang melelahkan. Dia perlu melewati ujian berat, mulai dari hal-hal kecil. Kelak dia akan kian kokoh, karena sudah teruji kemampuan dirinya sejak dini.
Inilah proses sejati pembentukkan seorang manusia hebat. Maka, pribadi-pribadi yang kini bertumbuh secara instan, sejatinya hanyalah pribadi-pribadi bermental krupuk.
…
Kediri,ย 1ย Aprilย 2023

