| Red-Joss.com | Ketika Allah hendak memberi, tidak ada seorang yang mampu untuk menolak-Nya. Sebaliknya, jika IA hendak mengambil, juga tidak ada seorang pun yang mampu untuk menyembunyikan dari-Nya.
Saat Tuhan ingin memberi rezeki atau mengambil yang ada pada kita, juga tidak seorang pun tahu kapan waktunya.
Ibarat maut, rezeki itu datang dan perginya tidak dapat diduga dan sewaktu-waktu. Yang terjadi pun, bahkan jauh di luar nalar kita.
Sadar diri adalah anugerah Allah agar kita bijak menyikapi, bahwa kita semua hanya diberi hak pinjam pakai. Semua adalah milik-Nya.
Ada kisah menarik seperti yang dialami keluarga Pak Sing tentang misteri Allah, ketika terjadi musibah yang membuat keluarganya jatuh terpuruk.
Anak perempuan pertama Pak Sing, W minta modal untuk membangun usaha dengan pacarnya yang kenal lewat FB. Oleh Pak Sing dinasihati agar berhati-hati. Jika ingin usaha patungan lebih baik dimulai dari bawah sambil menjajagi pasar. Tapi W keukeh dengan pendirian, marah, dan bahkan minggat. Hp W juga tidak aktif. Meskipun Pak Sing telah minta tolong ke banyak relasi untuk menemukan W kembali, berakhir sia-sia. Dari teman-teman W pun tidak ada kabar. W seakan hilang ditelan bumi.
Pikiran Pak Sing pun berguncang, karena W tidak kunjung ditemukan, hingga usahanya tidak terurus, dan morat-marit.
Setahun lebih, tiba-tiba W muncul di rumah. Keadaannya berantakan.
Tubuhnya kurus kering, dan berantakan.
W sujud di kaki Ibunya. Mereka lalu berpelukkan sambil menangis.
Pak Sing menarik nafas panjang. Matanya berkaca-kaca. Hatinya terpukul, ketika W berterus terang ditipu oleh pacarnya.
Di sela usahanya yang berantakan itu Pak Sing melihat anugerah Allah, karena W, anak yang hilang itu telah ditemukan kembali. W lebih berarti dari segala materi yang dimiliki.
Pak Sing menunduk. Ia menekur mengucap syukur. Kejadian W itu telah membuka mata hatinya akan tanggung jawabnya sebagai Ayah! Ia akan membangun keluarganya untuk menjadi lebih baik lagi.
“Tuhan berkati dan bimbing kami ke jalan-Mu,” gumam Pak Sing lirih, lirih sekali. Meski hatinya terasa nyeri, tapi jiwanya terasa longgar dan damai.
…
Mas Redjo

