Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
Petuah Hidup Khalil Gibran
Inilah jawaban filosofis dari sang Khalil Gibran saat ditanyai oleh seorang Ibu, “Bicaralah pada kami tentang anak dan keturunan!”
“Anak-anakmu bukanlah
milikmu
Mereka adalah
anak-anak kehidupan
yang rindu akan dirinya
sendiri.
Mereka lahir melalui
engkau tapi bukan
darimu.”
(Khalil Gibran)
…
Selanjutnya, saya kutip beberapa larik dari penggalan puisi itu sebagai informasi pelengkap!
“Engkau adalah busur tempat anak-anakmu menjadi anak panah yang hidup diluncurkan.”
“Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.”
Dari kutipan isi puisi ini ditegaskan, bahwa anak itu memang secara fisik biologis datang dari orangtua, namun mereka memiliki pribadi unik.
Sebagai orangtua memang wajib jadi tempat (rumah) bagi anak itu untuk berproses, laksana busur panah. Bahkan orangtua juga berperan sebagai pemanah jitu yang membidik arah keabadian bagi anak (busur).
Membidik ke Arah Keabadian
Banyak orangtua hebat telah memimpikan agar anak pun kelak dapat jadi manusia berpribadi mulia, karena kesuksesan hidupnya.
Sesungguhnya aspek apa yang mutlak kita perlukan di dalam proses pendidikan anak yang berdampak kelak agar anak dapat meraih kesuksesan?
Sikap Salah Kaprah
Seringkali sebagai orangtua pun pendidik, kita telah salah kaprah dalam memandang, apa makna kesuksesan bagi anak.
Mengapa? Karena ternyata tidak sedikit para orangtua yang mengasosiasikan aspek kesuksesan anak dengan takaran materi.
Anak yang sukses adalah anak yang ketika dewasa kelak akan jadi seorang kaya secara materi. Maka, anak itu dijejali dengan limpahan ilmu pengetahuan dan kemampuan secara akademik.
Tetapi hendaklah diingat, bahwa hanya 20 persen kesuksesan yang diraih anak dari aspek akademik. Selebihnya 80 persen justru dari aspek karakter mulia anak.
Ternyata aspek nilai-nilai luhur karakter itu sangat dominan di dalam rangka membentuk kepribadian anak.
Apa saja aspek-aspek pembentuk karakter mulia itu?
Hendaklah para orangtua dan para pendidik hebat memberikan perhatian ekstra khusus bagi tumbuh kembangnya kepribadian anak lewat aspek-aspek berikut ini.
Tumbuhkan aneka nilai hidup lewat sikap-sikap: peduli, penyayang, disiplin, jujur, rajin, hemat, empati, tanggung jawab, tulus, sederhana, rendah hati, dermawan, setia, kreatif, adil, sopan, berani, dan mengampuni.
Konkretnya, bahwa anak dapat bersimpati dan berempati dengan sesama yang menderita.
Anak dapat bersikap jujur dan tulus di dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya selaku orang dewasa.
Mampu memahami kesulitan sesama dan mudah mengampuni orang yang bersalah.
Berani mengakui kesalahannya dan ikhlas untuk menerima ganjaran sebagai akibat dari kesalahannya.
Inilah praktik-praktik hidup sejati sebagai ekspresi / pancaran dari nilai-nilai hidup pribadi yang berkarakter mulia.
Hendaklah orangtua dan pendidik di sekolah memberikan perhatian ekstra khusus pada aspek pembentukan karakter anak.
Semoga warga masyarakat bangsa kita sejahtera hidupnya, karena dilayani oleh generasi baru yang sungguh berkarakter.
…
Kediri, 23 Juni 2024

