Oleh : ririz seno
| Red-Joss.com | Ketika tahun 1980 mencipta lagu ‘Anak Adam’, tidak terpikirkan bagi Donny Fatah, bahwa lagu ini bakal menginspirasi untuk selalu hidup rukun damai. Spirit toleransi, pluralisme, harmonisasi telah terkoyak oleh ego kebenaran diri. Fanatisme dikoyak oleh keyakinan yang akhirnya memunculkan krisis humanisme.
Lirik lagu ‘Anak Adam’ masih sangat relevan, bagaimana pernah kita saksikan, karena beda keyakinan, pandangan hidup, pilihan politik, atau beda adat istiadat, kita akhirnya saling hujat, fitnah, bahkan mengarah ke emosional yang tak terbendung. Kita ikut terpolarisasi keadaan. Seperti penggalan lirik lagu ‘Anak Adam’:
Kau dan aku, kita semua anak Adam
Datang dari satu rahim
Namun kini kita saling mendendam
Itu semua karna faham
Group musik “God Bless” sampai kini masih konsisten mengangkat lagu-lagu bertema humanisme. Karyanya dari dulu sampai kini, masih faktual dan kontekstual merepresentasikan realitas sosial yang sedang kita hadapi saat ini.
Para penebar ujaran kebencian (hate speech), berita bohong (hoax) di media sosial dengan memposisikan isu bernada SARA seperti jaringan yang bekerja secara terorganisir dan disinyalir bergerak atas dasar order. Siapa lagi yang mampu menangkal ini semua, kalau bukan kita juga. Dengan berbekal dasar Pancasila, kita semua bersaudara dan sebagai Anak Adam.
Aransemen Anak Adam Album “CERMIN” God Bless yang diproduksi tahun 1980 itu sangat fenomenal. Khusus lagu Anak Adam, sebelum diarransir ulang oleh Gong 2000 (group yang juga digawangi beberapa personal God Bless), tata musiknya jauh berbeda dengan versi Anak Adam 1980 yang cenderung ke art rock & progresif rock, dengan kisaran durasi yang cukup panjang 12 menit. Bagi penikmat musik sungguh sesuatu yang asyik, bila kita menyimaknya. Tanpa mengecilkan kepiawaian personal God Bless, di musik asli Anak Adam 1980 pada interlude dan intro ada beberapa sentuhan warna yang nyaris sama dengan salah satu nomor lagu dari dedengkot jazz Chick Corea, juga warna musik Genesis, ELP. Yang kemudian, barangkali agar menjadi musik yang orisinilitas Group Indonesia diarransir ulanglah lagu Anak Adam oleh Gong 2000, dengan merubah beberapa patern interlude dan intro, untuk kemudian direpro ulang kembali.
Personal yang menggawangi God Bless kala itu:
Vocal : Ahmad Albar
Guitar : Ian Antono
Keyboard : Abadi Soesman
Bass : Dony Fatah
Drum : Tedy Sujaya
Akan terasa berbeda bila kita mendengar keduanya, Anak Adam versi 1980 dengan versi Gong 2000. Teknologi musik 1980 di zamannya kala itu adalah hasil perpaduan adonan musik yang nyaris sempurna dan asyik, hingga hari ini. Terselip warna Bali yang sangat Indonesia, seperti di banyak tayangan youtube. (riz)
…

