Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Kuasa dan pangkat hanyalah sebabak sandiwara tak berujung pangkal.”
Hanya, Seutas Kafan
(Pada Sepotong Catatan)
Museum Mesir
Aku memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Museum Mesir di kota Kairo. Aku sungguh takjub melihat semua kekayaan dan harta pusaka Fir’aun Tuttankhammun.
Namun semua isi museum mengingatkan aku pada satu hal: kita tidak membawa apa-apa, ketika meninggal dunia.
Bagi mereka yang mempunyai rencana untuk menumpuk lebih banyak kekayaan dan mendapatkan kekuasaan lebih besar, pergilah suatu saat ke museum atau suatu makam.
Di sana akan diingatkan, betapa singkatnya hidup ini, dan betapa cepatnya berlalu kekuasaan, nama, dan ketenaran.
Rm. Jerry M. Orbos, SVD
(Berhenti Sejenak Bersama Tuhan).
Sempat Tertunduk dan Terhenyak
Setelah saya membaca dan memahami isi serta amanat dari sebuah kisah kecil tentang Museum Mesir, sebuah pengalaman dari Pater Jerry M. Orbos, SVD dalam buku renungannya, maka saya sejenak tertunduk dan terhenyak tidak sanggup berkata-kata lagi.
Sungguh, saya tidak sanggup untuk berkata-kata atau mengomentari isi serta amanat dari kesaksian Pater Jerry.
Bagaikan sebuah Khotbah Menakjubkan
Bagi saya, tulisan yang mewakili pengalaman dan pengamatan beliau sudah merupakan sebuah khotbah yang sungguh menakjubkan.
Sebuah khotbah kecil yang sarat makna dan menukik ke dalam sanubari manusia yang memiliki kesadaran diri tinggi.
Membangunkan Refleksi Mendalam
Beliau sempat mengajak siapa pun yang berniat untuk mengumpulkan kekayaan, harta, dan kuasa untuk berkunjung ke Museum Mesir itu.
Jangan Serakah, Gila Harta dan Kuasa
Di sana, dari dan di balik aneka harta karun dunia nan membisu sunyi itu, Anda l seakan dikhotbahi lewat pesan kearifan agar jangan serakah. Juga jangan gila harta dan kuasa.
Bahwa semua kekayaan, pangkat dan kekuasaan yang sedang Anda timbun itu hanya hiasan semata. Sungguh, tidak ada setitik makna dan manfaatnya.
Karena sejatinya, bukankah Anda tidak akan membawanya setitik pun.
Maka, hendaklah manusia itu sadar, bahwa tatkala dia turun dari rahim Bunda, bukankah dia dalam keadaan telanjang dan bertangan hampa?
Kelak di saat dia akan berpulang, yakinlah, bukankah yang dililitkan ke tubuh fananya itu hanya seutas kafan?
“Memento Mori.“
…
Kediri, 4 Desember 2024

