Semua orang yang mengaitkan dirinya dengan Yesus Kristus secara spontan akan berseru: “syukur kepada Allah.” Ungkapan yang umum, sederhana, dan masih banyak ungkapan lain yang serupa. Kitab Mazmur mengungkapkan dengan kata-kata yang bernilai teologis, yaitu: “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita!”
Alasan umum atas respons kita yang positif, penuh sukacita, dan dirayakan dengan meriah ini, ialah karena Tuhan Yesus bangkit dari kematian-Nya. Dosa dan maut serta semua pengaruhnya dikalahkan Dia. Sepintas, tapi amat nyata, bahwa musuh-musuh itu sangat menakutkan dan jauh lebih kuat. Sepertinya mereka tidak pernah habis, terutama karena Setan tidak pernah tidur. Ia menggoda dan terus menggoda. Jadi, di sekeliling kita selalu ada ancaman untuk jatuh dalam dosa dan akhirnya menemui kematian.
Sudah terbukti sekitar lebih dari 2000 tahun lalu, bahwa Yesus Kristus Putra Allah berhasil mengalahkan semua kekuatan jahat itu. Mulai dari sana, seluruh dunia dan umat manusia memiliki keyakinan sesuai dengan agamanya masing-masing, bahwa dosa dan kejahatan itu dapat dikalahkan.
Setiap kali, pribadi atau bersama itu menemui cobaan dan siksaan dosa dan kejahatan, kita selalu memiliki keyakinan kuat, bahwa semua itu pasti berlalu, karena Tuhan sedang dan selalu membimbing kehidupan kita.
Satu wujud bimbingan Tuhan yang sangat nyata dan tak terbantahkan, ialah kita selalu memiliki pengharapan dan bangkit atau bangun dari kejatuhan serta penderitaan itu. Di tengah keadaan ekonomi, sosial dan politik akhir-akhir ini yang kacau, tekad kita semua ialah melakukan bersama-sama upaya untuk melawan, mempertahankan diri, dan saling memperhatikan, agar kita tidak dikalahkan oleh ancaman kejahatan ini. Musuh sehebat apa pun, jika dilawan dan dihadapi bersama-sama, dan dengan kekuatan dari Tuhan yang bangkit, ia akan dapat dikalahkan.
Semua kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus Kristus sungguh tidak dapat terbantahkan. Kesaksian itu dimulai dengan ditemukan makam-Nya yang kosong, Ia menampakkan diri-Nya kepada para Rasul dan murid-murid, termasuk melalui makan bersama dengan mereka setelah kebangkitan, dan sampai kepada suatu spiritualitas untuk dihidupi oleh semua pengikut-Nya.
Spiritualitas Kristen adalah gaya dan semangat hidup kita semua yang mengikuti Kristus. Kita mati bersama Kristus dalam dosa dan kejahatan, tapi kita pada akhirnya bangkit bersama Dia untuk hidup selama-lamanya.
Mari kita saling memberi salam: “Selamat Paskah 2026.”
“Ya, Tuhan Yesus, terima kasih atas kebangkitan-Mu sebagai hadiah bagi kami baik selama kami masih berada di dalam dunia maupun hidup di akhirat nanti. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)

