“… He is not God of the dead, but of the living, for to him all are alive” (Luke 20:38).
…
| Red-Joss.com | Kita ini yang merasakan tentang Allah yang hidup. Karena Dia yang menggerakkan hidup kita.
St. Teresa dari Kalkuta mempunyai ungkapan yang indah, “We are all pencils in the hand of God.” Sekarang, apa yang hendak dituliskan? Apa yang hendak dilukis? Pesan apa yang yang hendak dikirimkan dan disampaikan?
Yang dituliskan pertama adalah: “I love you”. Benar, Tuhan mengasihimu.
Tulisan kedua: “Aku menyertaimu.” Benar, Dia akan bersama kita dari bangun tidur hingga menjelang tidur.
Tulisan ketiga: “Aku akan melindungimu.” Benar, Dia akan melindungi kita dari hal-hal yang jahat atau hal-hal yang mendatangkan dosa.
Tulisan keempat: “Aku akan mengajarimu berbuat baik.” Benar, nanti dikirim orang yang akan dibantu. Dikirim orang yang membutuhkan pertolongan dan peneguhan.
Tulisan kelima: “Aku akan menyembuhkanmu.” Benar, ini untuk kita yang sedang sakit. Dia hendak melawat kita untuk memberikan kesembuhan.
Tulisan berikutnya apa ya? Siapkan saja apa yang hendak Dia tuliskan? Kita siapkan saja kertas putihnya. Pasti ada sesuatu yang berhubungan dengan hidup, situasi dan kondisi kita. Sebab, Dia adalah Allah yang hidup.
Apa pun yang ditulis oleh Allah akan menjadi kenangan, kisah, dan cerita yang indah.
Pada akhirnya, lihatlah! Itulah kisah hidup kita bersama dengan Allah yang hidup.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

