“Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu” (Luk 2: 30).
Ada suatu saat dalam kehidupan kita, di mana kita berada di titik pasrah pada kehendak Allah. Kita sadar, bahwa hanya Allah yang jadi sumber keselamatan kita. Sikap pasrah ini hendaknya juga disertai dengan kerinduan untuk mengenal Allah dengan lebih mendalam. Tanda, bahwa kita mengenal Allah adalah, jika kita menuruti perintah-Nya, terutama hukum Kasih sebagai perintah utama yang diajarkan Yesus: kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Dengan kata lain, ketika saya mengasihi Allah maka saya akan mengasihi sesama dan sebaliknya. Dengan mengasihi sesama, kita akan merasakan kehadiran Allah yang jadi sumber keselamatan kita dalam peristiwa hidup kita sehari-hari.
Contoh sederhana: saya sebagai seorang Ibu, walaupun dalam keadaan sakit masih berusaha untuk memasak demi keluarga tercinta. Sebagai bonusnya, tiba-tiba saya sudah merasa lebih sehat, setelah selesai memasak. Hal kecil itu yang kemudian menjadikan saya bersyukur, karena merasakan kehadiran Allah yang jadi sumber keselamatan, dengan menyembuhkan saya.
Semoga dengan bimbingan Roh Kudus, kita makin mengenal kehendak Allah, hingga suatu saat kita bisa berkata seperti Simeon: “mataku telah melihat keselamatan yang datang dari Allah.”
Titien
Senin, 29 Desember 2025
1 Yoh 2: 3-11 Mzm 96: 1-3.5-6 Luk 2: 22-35
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

