RedJoss.com – Jangan bersedih hati dan berlarut-larut dalam kesedihan, karena kesedihan itu milik orang yang lemah iman. Orang yang mudah putus asa dan menyerah kalah.
Kita bukan mereka. Kesedihan yang datang itu sekadar bertamu, dan kita harus melayani tamu itu dengan baik.
Kesedihan itu tidak boleh bertamu lama-lama. Kita juga tidak mengizinkan kesedihan itu untuk menginap. Karena kita tidak mempunyai bilik hati yang disewakan. Hati kita bukan losmen.
Ketika kesedihan bercerita dengan keluh kesah, kita juga tidak boleh iba, trenyuh, dan jatuh kasihan.
Kita harus berani bersikap tegas.
Kesedihan itu harus disikapi dengan bijak dan diberi pengertian, karena air mata kita sangat berharga.
Bersedih hati itu juga tidak dilarang, asal kita tidak kehilangan harapan, iman, dan kasih.
Harapan itu harus tetap menyala di hati agar kita berani menjalani hidup ini dengan penuh optimistis dan percaya diri.
Iman kepada Allah, mengajari kita untuk tabah, berserah pasrah, dan mengandalkan Allah. Seberapa berat dan sulitnya masalah kita, itu tak ada artinya bagi Allah Yang Maha Besar
Kasih adalah api jiwa yang menerangi hidup kita dan menyembuhkan segala luka. Hidup kita adalah sukacita.
Urip iku urup , hidup itu harus mampu memberi manfaat bagi sesama.
Ketika hidup untuk saling mengasihi satu dengan lain, di hati kita tidak ada lagi duka cita. Allah mengubah air mata kita menjadi permata bahagia.(MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

