“Di dalam Dia, kita memiliki penebusan, yaitu pengampunan dosa” (Kol 1: 14).
Seorang anak SD pulang ke rumah dengan ketakutan, karena melihat seorang temannya dihukum oleh Guru, ketika melakukan kesalahan kecil. Setelah tiba di rumah, tanpa sengaja, ia menyenggol sebuah gelas dan ia jadi ketakutan akan dimarahi oleh orangtuanya.
Melihat peristiwa itu, Bapaknya kemudian memeluk anak tersebut. Hal ini membuat anak yang tadinya takut jadi lebih tenang dan lega. Akhirnya, anak itu mengakui kesalahannya dan meminta maaf tanpa takut dimarahi lagi.
Rasul Paulus adalah salah seorang dari sekian banyak orang yang mengalami sendiri kerahiman Allah. Ia berani bersaksi, bahwa Allah telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan beroleh warisan kemuliaan.
Sejak kecil, kita diperkenalkan dengan Allah Bapa yang amat baik, dan mau menerima serta mengampuni setiap kesalahan kita.
Dalam Gereja, kita mengenal adanya Sakramen Pengampunan Dosa, sehingga kita dapat datang dan merasakan kembali pelukan Bapa yang menerima kita dan mengampuni kita.
Bagaimana sikap kita sekarang ini? Apakah kita mau datang dan merasakan kebaikan Bapa ataukah kita memilih untuk hidup dalam ketakutan akan kesalahan kita?
Sr. M. Laura, P. Karm
Kamis, 04 September 2025
Kol 1: 9-14 Mzm 8: 2-6 Luk 5: 1-11
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com

