“Allah yang memanggil kita dengan nama, adalah Allah yang membela kaum rendah hati dan menyatakan hati-Nya kepada yang sederhana.”
Bapa yang Maha Kasih melihat penderitaan umat-Nya, mendengar jeritan mereka, dan turun tangan untuk menyelamatkan. Bapa menampakkan diri kepada Musa dalam nyala api semak duri yang tak terbakar habis, dan memanggil namanya dengan penuh kasih. Bapa adalah Allah yang sama, yang menebus hidup kami dari kebinasaan dan memahkotai kami dengan kasih serta rahmat.
Hari ini, Putra-Mu, Yesus, menengadah dan bersyukur kepada-Mu, karena Engkau berkenan menyatakan rahasia hati-Mu bukan kepada orang yang merasa pandai dan hebat, melainkan kepada mereka yang sederhana dan rendah hati. Betapa besar rahmat ini, bukan hanya dikenal sebagai ciptaan-Mu, melainkan juga diundang masuk dalam relasi kasih antara Bapa dan Putra!
Tuhan memilih yang kecil untuk menjalankan rencana besar-Mu. Seperti Musa yang merasa tidak layak, namun tetap Engkau utus. Kini Engkau mengutus kami, sambil berjanji, “Aku akan menyertai engkau.” Benar, Engkau selalu menyertai, terutama dalam diri Yesus, Putra-Mu yang terkasih.
Jadikanlah kami seperti anak kecil dalam iman nan tulus, percaya, dan bersandar sepenuhnya pada-Mu. Bebaskan hati kami dari kesombongan dan keinginan untuk mengendalikan segalanya. Ajarilah kami untuk taat, bahkan saat kami merasa tidak mampu. Sebab Engkaulah yang bertindak dengan keadilan, menyembuhkan luka-luka kami, dan membisikkan rahasia-Mu kepada hati yang terbuka.
Terima kasih, Yesus, karena telah mengundang kami masuk dalam relasi-Mu dengan Bapa. Pakailah hidup kami untuk mencerminkan belas kasih-Mu. Jadikanlah kami seperti semak yang menyala, biasa saja di mata dunia, namun menyala oleh kehadiran-Mu yang kudus.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

