“Allah tidak tinggal hanya di gedung-gedung suci. Ia mau tinggal dekat dengan umat-Nya; dapat dijumpai, disentuh, dan dialami oleh hati yang mau menyadari kehadiran-Nya.”
Yesus tiba di Genesaret; tempat biasa, bukan kota besar. Tapi begitu Ia datang, suasana berubah. Orang-orang segera mengenali-Nya. Mereka berlari ke sana kemari. Mereka mengusung orang-orang sakit dan berkata dengan penuh harap: “Yesus ada di sini!”
Ini bukan sekadar rasa ingin tahu.
Ini adalah iman yang sederhana.
Mereka tidak menuntut bukti dan tidak banyak bertanya. Mereka percaya, bahwa kehadiran Yesus membawa harapan.
Salomo membawa Tabut Perjanjian ke dalam Bait Allah. Awan memenuhi rumah Tuhan, dan semua orang tahu: Allah sungguh hadir. Ia memilih tinggal bersama umat-Nya. Pemazmur berkata: “Inilah tempat perhentian-Ku untuk selama-lamanya.”
Kehadiran Allah menyata dalam diri Yesus.
Ia tidak tinggal jauh di balik tabir. Ia berjalan di tengah orang banyak, membiarkan diri-Nya didekati, dan yang lemah menyentuh-Nya.
Orang-orang Genesaret hanya ingin menyentuh jumbai jubah-Nya; bagian yang kecil dan sederhana. Namun dari situlah rahmat mengalir. Banyak orang disembuhkan dan dipulihkan.
Tuhan mengingatkan kami: Ia bekerja melalui hal-hal yang sederhana, orang-orang biasa, Ekaristi, dan melalui sikap sabar, perhatian, serta kehadiran kami.
Melalui Baptisan, kami dipanggil jadi bagian dari rumah-Nya. Hidup kami dipakai Tuhan untuk jadi jalan bagi orang lain. Kami bukan sumber kekuatan, melainkan saluran kasih-Nya; seperti jumbai kecil pada jubah Yesus.
Injil mengajak kami hidup dengan cara yang sederhana: Datang kepada Yesus. Meluangkan waktu untuk-Nya. Berani berhenti sejenak dari kesibukan dan kebisingan.
Bawa orang lain kepada Yesus.
Lihat setiap orang sebagai saudara yang dikasihi Tuhan.
Menanti dengan percaya. Menerima hidup sebagai anugerah. Biarkan Tuhan bekerja dalam waktu-Nya.
Tuhan, dalam Ekaristi kami menjumpai Engkau secara nyata. Ampunilah kami, bila kami sering datang tanpa kesadaran. Bukalah hati kami untuk menyadari, bahwa Engkau sungguh hadir.
Roh Kudus, jadikanlah hidup kami tanda kehadiran Allah. Biarlah orang lain tertarik, bukan kepada kami, tapi kepada Yesus.
Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)

