Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Coba tanya pada rumput yang bergoyang.”
Berita kepada Kawan
(Ebiet G. Ade)
…
“Coba tanya pada rumput yang bergoyang,” inilah sepenggal syair dari lagu berjudul, “Berita kepada Kawan” karya Ebiet G. Ade.
Lagu yang paling sendu nan melankolis dan sarat dengan amanat serta filosofi hidup ini, seolah mau mengajak manusia untuk segera membungkuk sujud menundukan kepala dan bertanya kepada semesta, bahwa mengapa sangat sering terjadi bencana di negeri nan elok ini?
Rerumputan yang bergoyang ria itu dijadikan sebagai objek alam yang kiranya dapat memberikan jawaban.
Jawaban atas pertanyaan mendasar manusia. Mengapa selalu terjadi bencana? Seisi alam seolah mulai enggan untuk bersahabat dengan sang manusia, demikian Ebiet.
Seluruh umat manusia meyakini, bahwa alam semesta ini diciptakan dengan sangat sempurna demi kebahagiaan manusia. Namun, sungguh nyata, bahwa alam semesta ini dirusak oleh tabiat bengis dari manusia itu.
Alam semesta ini sungguh diyakini, mampu mengajarkan, bahkan mendidik manusia agar dapat bersikap lebih arif dan bijaksana.
Maka, sang kebijaksanaan pun telah mendidik manusia agar sudi untuk belajar dari kearifan alam.
Ada sejumlah adagium dasyat sebagai kearifan alam:
Dari angin, air, bebatuan, batu karang, tanah, kupu-kupu, hujan, matahari, pepohonan, dan pepadian itu manusia dapat memetik pesan-pesan kearifan.
Mereka, sebagai bagian dari alam ini ternyata sanggup untuk mendidik manusia untuk sudi belajar tentang :
Arah gerakan hidup, kesabaran, ketegaran, keteguhan, siklus hidup, bagaimana mengubah diri, memberi diri, berkomitmen, dan kerendahan hati.
Berikut ini kita diajak untuk mempelajari sifat-sifat kebijaksanaan dari alam :
- Padi.
(Kian berisi, pun kian merunduk). Bagaimana manusia dididik untuk memiliki konsep sikap berendah hati. - Air.
(Air selalu kita butuhkan, meskipun setelah itu, selalu terbuang). Itulah sifat keikhlasan air. - Akar.
(Akar tak kelihatan, namun memberikan banyak manfaat). Inilah sifat bersedekah. - Burung.
(Sekalipun burung dapat melambung tinggi, namun ia tidak lupa darat). Inilah sifat yang mampu bersyukur. - Laba-laba.
(Sekalipun rumahnya sering dihancurkan, namun ia selalu bersemangat untuk membuatnya lebih kuat lagi). Dari sini, kita dapat belajar hal kesabaran.
(Dari berbagai Sumber).
Apa pandangan dan pendapat kita sebagai buah-buah ranum dari sikap refleksi terhadap kearifan alam?
Jadi, alam semesta ini memilki andil besar untuk mendidik manusia.
Marilah kita agar tidak saja bertanya kepada rerumputan yang bergoyang, namun juga kepada:
Angin, api, air, hujan, pepohonan, pepadian, dan babatuan.
Dari sana, kita akan mendapatkan jawaban atas pertanyaan mendasar tentang terjadinya bencana itu!
…
Kediri,ย 29ย Juliย 2024

