| Red-Joss.com | Ketika masalah itu datang, spontan aku menyalahkan orang-orang yang ada di sekitarku, mulai dari orang yang tidak aku sukai, lingkungan, lalu di tempat kerjaku. Padahal faktanya, aku yang bersalah.
Kesalahan itu dimulai dari kebiasaanku yang tidak disiplin, senang menyepelekan, dan malas.
Ketika sadar aku yang bersalah, semua itu tidak mudah diperbaiki. Aku sendiri sudah mengalami kelelahan, mulai muncul rasa tidak percaya diri, dan pada akhirnya hendak mengambil keputusan yang tidak direncanakan sebelumnya.
Di sini aku belajar, bahwa saat bersalah, aku harus segera memperbaiki kesalahan itu. Sebab, jika dibiarkan, maka yang terjadi adalah seperti yang aku alami saat ini.
Belajar dari setiap kesalahan adalah pelajaran yang sangat berharga, karena dari kesalahan itu aku melihat melihat hikmahnya dan sisi kehidupan yang benar.
Itulah sebabnya, hari ini aku berani mengakui salah. Dengan rendah hati, aku mohon dimaafkan atas kekeraskepalaanku ini.
Mohon dibukakan pintu maaf.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

