| Red-Joss.com | Aku ingin bicara pada diriku sendiri, bahwa keindahan itu lahir dari sikap rasa pribadi. Seindah apa pun obyek keindahan yang ada, jika sikap rasa itu tidak mendukung – ia, keindahan tersebut, tidak akan menarik perhatian bagi siapa pun.
Demikian pula menghadirkan suatu pengetahuan untuk jadi Ilmu Pengetahuan, modal dasar terbesar adalah ruang rasa yang mempengaruhi ruang pikir.
Sangat mungkin perhatian yang lahir dari ketertarikan adalah hal-hal yang secara umum adalah hal yang biasa-biasa saja, juga sangat mungkin tidak begitu penting untuk diperhatian.
Contoh sangat sederhana. Ketika seorang yang berada di dalam air (sungai atau kolam renang) itu mengangkat atau menggendong beban berat jadi sangat ringan. Saya yakin banyak orang mengetahui dan bahkan sering melakukan hal tersebut.
Sosok seorang Archimedes merasa terganggu pikirannya untuk masalah yang disebutkan di atas. Ia merenung, mengapa di dalam air, suatu benda kehilangan beratnya.
Lama pertayaan itu mengganggu pikirannya. Singkatnya, Archimedes membuat simulasi percobaan. Ia mengukur berat badannya, dan menyediakan alat penamung air yang tumpah melalui pipa saat ia masuk ke dalam bak mandi. Juga ia menyediakan timbangan khusus untuk menimbang tubuhnya saat dia berada di dalam air.
Realita yang muncul, berat tubuh Archimedes berkurang beberapa Kg. Lalu ia mengukur air yang tumpah, ternyata berat air yang dipindahkan oleh tubuh Archi sebesar berat tubuh Archi yang hilang.
Untuk sementara Archi membuat dalil: “Suatu benda di masukkan ke dalam air, maka benda tersebut akan kehilangan beratnya sebesar air yang dipindahkan oleh benda tersebut.” Itu dasar utama Archi membuat dalil – dan belum menyertakan masa dan lain-lain.
Hal yang sama, meski tidak seberat seperti apa yang dilakukan oleh Archi, saat saya tertarik mengamati bulatan tetes air atau embun dan titik-titik air lainnya, ternyata bulatan air tersebut serupa optic atau cermin prismatik (lensa) bersifat ‘optic wide’ yang mampu memproyeksikan benda jutaan, bahkan milayaran kali dari besarnya embun.
Salam ‘move on’.
…
Erry Amanda

