| Red-Joss.com | Aku ingin berjaga bersama-Mu sepanjang malam. Aku mau mengambil hati-Mu yang risau untuk kupintal agar aku tak terlelap dicumbu sesali oleh nafsu.
Aku ingin berjaga bersama-Mu untuk menghitung senyum getir-Mu sebagai anugerah. Karena Kau izinkan aku maknai semangat berkorban-Mu nan tulus.
Aku selalu ingatkan diri untuk berjaga bersama-Mu, karena Kau sertai, jagai, dan dampingi aku sepanjang hidup, bahkan hingga akhir zaman.
Aku melepas malu dan sesal saat Kau basuh kakiku dengan cinta, padahal aku sering mengkhianati-Mu dengan sejuta basa basi untuk pembenaran diri.
Kau telanjangi hatiku yang berlumpur dosa dengan senyum mesra dan tatapan kasih-Mu agar aku berani bangkit kembali menyambut uluran tangan-Mu.
Di gelap malam yang dingin dan beku itu Kau banyak cerita tentang jiwa pengorbanan yang tidak bisa digugat, selain harus Kau taati untuk setia pada kehendak Bapa.
Karena murah hati, Kau mengakui aku sebagai sahabat agar aku bersaksi atas Kemahacintaan-Mu dan belas kasih Bapa yang merindu damba agar kami bertobat.
Terima kasih atas kemurahan hati-Mu, karena Kau izinkan aku untuk menemani-Mu melewati pergolakan jiwa nan berat dalam jerat kantuk yang melenakan.
Maaf, aku tidak bisa meninggalkan dan mengkhianati-Mu, karena laknat mimpi yang mencumbuiku agar terlelap. Aku ingin berjaga bersama-Mu sepanjang malam hingga pagi.
Izinkan esok hari aku menemani-Mu memanggul salib ke Golgota. “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Karena sesungguhnya, Engkau sumber hidupku!
Selalu bersama-Mu hidupku makin bermakna.
…
Mas Redjo
Foto ilustrasi: Istimewa

