Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Perhatikan baik-baik lensa Anda ketika berinteraksi dengan orang lain.”
(John C. Maxwell)
Siapakah yang tidak mengenal ketenaran John. C. Maxwell, seorang Pendeta dan penulis buku terlaris New York Times?
Beliau pernah berkata, “Siapa diri Anda menentukan cara Anda memandang segala sesuatu.” Dikatakannya pula, bahwa “Anda tidak dapat memisahkan identitas Anda dari perspektif Anda. Eksistensi dan pengalaman Anda mewarnai cara Anda memandang segala hal. Itulah lensa hidup Anda.”
Dikisahkan:
Ada seorang pelancong saat memasuki sebuah kota. Ia bertanya kepada seorang pria tua yang sedang duduk di pinggir jalan, “Seperti apa orang-orang yang tinggal di kota ini?”
Pria tua itu pun balik bertanya, “Nah, seperti apa orang-orang yang tinggal di kota yang baru Anda kunjungi?”
“Mereka sungguh mengerikan,” kata sang pelancong. “Jahat, tidak dapat dipercaya, sangat menyebalkan dalam segala hal.”
“Oh ya, baik Tuan, yakinlah, Anda pun akan menjumpai orang-orang serupa itu di kota-kota berikutnya.”
Setelah itu, datanglah juga seorang pelancong lain. Maka, bertanyalah orangtua itu kepadanya, “Bagaimana menurut Tuan, keadaan orang-orang di kota yang telah Anda lewati?”
“Oh, ya, mereka orang-orang baik, jujur, rajin, dan suka memaafkan kesalahan orang.”
Pria tua itu antusias menjawab, “Nah, saudara, orang-orang seperti itu pula yang akan Anda jumpai di sini.”
Bertolak dari kisah dialog spektakuler ini, maka sadarlah aku, bahwa cara aku memandang sesama, adalah cermin dari diriku sendiri.
Kini, juga sadarlah aku, bahwa diriku ini bagaikan sebuah lensa.
Siapakah aku ini, maka aku pun akan memandang orang lain seperti apa yang aku kenal tentang diriku.
Jika aku ini seorang pembohong kelas kakap, maka semua orang lain juga aku pandang sebagai pembohong.
Jika aku seorang yang cepat berbelas kasih, maka aku pun memandang orang lain sebagai orang yang cepat berbelas kasih pula.
Maka, kehadiranku di antara sesamaku juga menentukan, siapakah diriku ini, dan juga siapakah mereka itu.
Karena kami (aku dan mereka), pun akan menerima cap yang sama sesuai pantulan dari lensa diri ini.
Jadi, aku pun adalah sebuah lensa!
Kediri, 22 Februari 2024

