“Akal-akalan dan mengakali orang untuk mencari keuntungan itu curang dan jahat. Tapi panjang akal untuk menyiasati hidup yang berat dan sulit itu solusi bijak.” -Mas Redjo
Mengakali dan mencurangi orang untuk memperkaya diri itu sejatinya tidak membuat orang itu jadi makin kaya, tapi sebaliknya kian miskin rohani. Bukti itu dapat dilihat di lingkungan atau sekitaran kita.
Tidak sekali dua saya melihat bukti itu, tapi sering kali. Beberapa di antara mereka itu berakhir tragis. Masa tua yang menderita, sakit-sakitan, bahkan hingga meninggal dunia secara miris mengenaskan!
Sejatinya orang berbuat akal-akalan, curang, dan bergelimang harta itu tampak di luarnya serba gemerlap, tapi jiwanya …? Semua itu hanya ‘sawang sinawang’, kita tidak tahu keadaan dan isi dalam yang sebenarnya orang itu.
Jika ada teman menyinggung atau berkisah, bahwa orang yang curang, maling, atau korupsi itu hidupnya tampak berkelimpahan harta dan bahagia, saya tidak bereaksi atau diam-diam pergi menjauh.
Bagi saya perbincangan itu omong kosong dan tidak ada gunanya. Lebih bijak, kita berbincang hal-hal yang baik, positif, dan bermanfaat.
Saya malas bergosip keburukan orang lain, karena hal itu meracuni diri sendiri dan banyak orang, ketika saya sebarkan kembali.
Saya juga tidak iri untuk mengikuti jejak para maling yang tajir melintir itu. Tapi saya bangga pada mereka yang hidup jujur dan bersikap benar dalam kebersahajaannya.
Jangan membenci orang yang hobi maling dan para koruptor itu, tapi bencilah perbuatan buruk mereka yang merugikan dan membuat sengsara banyak orang. Lebih bijak mereka dikasihi dan didoakan agar sadar diri dan insyaf untuk kembali ke jalan yang benar.
Kita dituntut untuk panjang akal dan cerdik, karena kita murid Tuhan Yesus. Hidup kita adalah jalan ke luar dan solusi bagi mereka yang bermasalah dan berbeban berat.
“Fidelis et creative.”
Setia dan kreatif adalah semangat iman yang pantang menyerah untuk selalu mohon pimpinan Tuhan dan mengandalkan-Nya!
Mas Redjo

