Gereja mengundang kita untuk belajar dari sosok Yohanes Pembaptis dan panggilannya di padang gurun Yudea. Yohanes Pembaptis datang dengan pesan yang kuat dan jelas, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!”
Dia muncul di padang gurun, memenuhi nubuat yang tertulis dalam Kitab Para Nabi, sebagai suara yang memanggil untuk mempersiapkan jalan untuk Sang Raja. Gaya hidup Yohanes, berpakaian kulit unta dan makan belalang serta madu hutan, mencerminkan kesederhanaan dan penyerahannya yang total kepada penyelengaraan Allah. Dia tidak datang dengan kemegahan dan pesona duniawi, tapi dengan kekuatan rohani dan kejelasan pesan.
Yohanes Pembaptis dengan tegas meneriakkan undangan pertobatan. Bukan sekadar menyesali dosa dan ucapan, melainkan sebuah perubahan mendasar dalam cara berpikir, bertutur kata, dan bertindak dalam hidup sehari-hari. Yohanes menyerukan umat untuk membersihkan hati sebagai persiapan menyambut Yesus, yakni Dia yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan api, sebuah baptisan yang mengubah jiwa, bukan hanya tubuh.
Yohanes menekankan pentingnya menghasilkan “buah yang layak bagi pertobatan.” Hal ini mengingatkan kita, bahwa iman harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, tindakan dan tutur kata. Ia mengingatkan pendengarnya, bahwa status mereka sebagai keturunan Abraham itu tidak cukup untuk menyelamatkan mereka. Sebab yang datang menyelamatkan mereka adalah perubahan sikap hati yang dinyatakan dalam tindakan dan hidup yang selaras dengan kehendak Allah.
Yohanes juga mengingatkan kita tentang pertanggungjawaban. Dia berbicara tentang kapak yang sudah tersedia pada akar-akar pohon, sebuah gambaran tentang penghakiman Ilahi yang akan memisahkan yang baik dan yang jahat. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk tidak hanya mendengar Sabda Tuhan, tapi juga berusaha menghasilkan buah-buah pertobatan, yakni hidup yang sesuai dengan tuntunan Sabda itu.
Dalam masa Adven ini, pesan Yohanes Pembaptis sangat relevan bagi kita yang dipanggil untuk meninjau kembali prioritas, cara hidup, dan perilaku keseharian. Kita diundang untuk menyelaraskannya dengan ajaran Kristus.
Masa Adven adalah kesempatan untuk bertobat, mempersiapkan hati, dan mendekat kepada Yesus dengan memulai hidup yang mencerminkan kebenaran-Nya.
“Tuhan, semoga kami berani memperbaiki hidup kami dan tidak bertegar hati. Berilah kami kekuatan untuk melepaskan kebiasaan-kebiasaan lama yang menjauhkan kami dari-Mu. Amin.”
Ziarah Batin

