Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Sepanjang hidupmu
orang akan memberikan label dengan kata-kata jahat demi
menghentikan langkah
hidupmu.”
(Amanat Kearifan Hidup)
Label Jahat dan Sesama Manusia
Sungguh, hidup kita ini tampaknya selalu dalam kondisi sedang tidak baik-baik saja. Karena sungguh riil, bahwa selalu saja ada rintangan dan tantangan yang mengganggu lajunya kehidupan kita.
Realitas Hidup dan Tantangan Bermakna
Kisah bermakna ini diawali dengan sebuah guyonan khas anak-anak sekolah. Seorang murid secara iseng menempelkan secarik kertas yang bertuliskan, “Aku bodoh,” di punggung temannya dan memohon, agar seisi kelas merahasiakannya.
Di saat itu, seketika terdengarlah cekikikan di dalam kelas itu. Bahkan ada murid yang akhirnya meledak tertawanya.
Di sore hari, kelas itu mengadakan pelajaran matematika. Guru menyajikan sebuah soal di papan tulis yang ternyata sangat sulit untuk dipecahkan. Namun, siswa yang punggungnya berlabel itu bersedia untuk mengerjakannya.
Di saat dia beranjak ke papan tulis, terdengar kian santer cekikikan dari seisi kelas. Ternyata murid yang berlabel bodoh itu mampu mengerjakannya. Guru itu lalu meminta agar murid kelas itu untuk bertepuk tangan dan juga melepaskan kertas dari punggungnya.
Kemudian Guru itu berkata kepada murid itu, “Kamu tidak tahu, ternyata ada secarik kertas yang ditempelkan oleh temanmu di punggungmu.”
Kemudian Guru itu menatap seisi kelas dan tegas berkata, “Sebelum saya memberikan hukuman, izinkan saya untuk membertahumu tentang dua hal:
Pertama, di sepanjang hidupmu kelak, orang-orang akan memberikan label dengan kata-kata jahat kepadamu untuk menghentikan langkah hidupmu. Apa yang harus kau lakukan? Abaikan label itu!
Kedua, sungguh jelas, bahwa dia tidak memiliki seorang teman yang setia yang akan memberitahukan dia, bahwa ada kertas label yang memalukan di balik punggungnya.
(Lanny Katroida Kaigere)
Seorang Sahabat Setia lebih Penting daripada Sepuluh Sahabat
Bertolak dari kisah inspiratif ini, hendaklah kita sadar, bahwa di dalam hidup ini, betapa pun banyaknya jumlah sahabat, namun yang utama adalah apakah ada yang sungguh setia berada di sisimu?
Karena semua orang tentu sangat merindukan kehadiran sesosok sahabat sejati. Bukankah dia itu ibarat belahan jiwa kita?
Konklusi
Apa pun yang terjadi di dalam hidup ini, kini dan kelak, ada satu hal paling penting yang perlu segera kita lakukan, yaitu “Abaikan label jahat itu dan terbanglah ke angkasa biru laksana seekor elang rajawali!”
Bukankah sebuah kepahitan di masa lalumu itu, ibarat sepotong mimpi buruk?
…
Kediri, 17 April 2025

