| Red-Joss.com | Bunda, engkau telah menerima kehadiranku, ketika aku memulai dengan tanda kemenangan (+), lalu aku teruskan salam kerinduan ini untukmu.
Aku bersujud di hadapanmu, Bunda. Tidak pernah kuhitung hari-hariku yang lelah dan letih. Karena, ketika aku bersamamu, hati ini menjadi segar dan semangatku pulih kembali. Sebab bersamamu ada berkat yang tercurah. Sehingga hari-hariku menjadi indah.
Aku bersujud di hadapanmu, Bunda. Aku berdoa untuk keluarga, konfrater, dan sahabat. Juga untuk terciptanya damai di dunia ini. Aku berdoa sebagai ungkapan syukur, karena engkau sungguh mengasihi anak-anakmu.
Aku bersujud di hadapanmu, Bunda. Berdoa untuk mengambil silih bagi yang berdosa, yang menolak cintanya Tuhan, bagi yang tidak pernah berdoa, dan bagi mereka yang enggan bertobat.
Aku bersujud di hadapanmu, Bunda. Aku berdoa bagi jiwa-jiwa yang kehilangan cinta, yang menjauhi Tuhan, yang dirundung duka, maupun yang kehilangan harapan.
Aku berdoa bagi mereka yang mengharapkan belas kasih Allah. Aku tidak berpikir untuk dipuji, diingat, atau dibalas. Karena yang aku butuhkan hanya cintamu. Cinta Bunda yang mengasihi anak-anaknya.
Aku bersujud di hadapanmu, Bunda. Karena di dekatmu, hatiku tenang, tentram, dan damai. Jiwaku aman terlindungi.
Ketika aku berjalan bersamamu, Bunda. Hatiku amat bahagia, karena aku percaya, bahwa doa-doaku sampai pada Puteramu, dan dikabulkan-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

