“Imposible is just an opinion.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Masa transisi itu masa yang sulit. Dari siswa ke mahasiswa. Dari mahasiswa ke pekerja. Dari lajang ke pernikahan. Dari tidak mempunyai anak ke mempunyai anak. Selalu ada kebingungan, kejutan, dan tantangan.
Hidup itu selalu ada dalam fase baru. Fase di mana tidak ada kenyamanan. Fase yang menuntut adaptasi dan perjuangan. Fase yang tersedia banyak kesempatan dan peluang. Di situlah kita bersikap bijak untuk menentukan pilihan dan keputusan.
Pilihan untuk hidup nyaman atau ke luar dari zona nyaman itu. Pilihan untuk mandeg atau berkembang. Pilihan untuk memandang secara positif atau negatif. Sesungguhnya suatu hal itu menjadi sulit dan susah, jika kita mempunyai karakter untuk mencari yang salah dan menyalahkan. Tapi menjadi mudah, jika kita melihat yang susah itu sebagai peluang untuk bertumbuh dan berbuah. Karena tidak ada kenyamanan dalam zona pertumbuhan, dan tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman.
Masa transisi itu seru, karena berjumpa dengan hal-hal baru yang mesti dipelajari dengan rendah hati. Pengalaman baru, tantangan, dan suasana baru yang hadir itu hendaknya dijalani dengan sukacita. Cara adaptasi baru yang mendewasakan diri. Sehingga hidup itu tidak monoton. Meski sulit dan susah, Tuhan selalu sediakan berkat.
Selalu untuk diingat, bahwa Tuhan memilih pribadi yang mau bukan yang mampu. Mau untuk memulai, belajar, berusaha, dan berjuang. Mau untuk mencoba, meski gagal.
Selalu percaya dan imani, bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri. Dia selalu memberkati dan menyertai agar kita sukses dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

