Deus illuminatio mea.
…
| Red-Joss.com | Semua orang tentu pernah mengalami masa kelam dan gelap dalam hidupnya. Kelam oleh dosa masa lalu. Gelap, karena terpuruk dalam kepahitan dan kedosaan hidup. Suram, karena kepedihan yang mencekam.
Sujud dan berserahlah pada Tuhan agar jiwa kita diteguhkan dan hati ini diterangi-Nya.
Selalu berharap dan bermimpi, karena saat kita mempunyai mimpi, Tuhan mencatat dan membantu kita untuk memujudkan mimpi itu.
RA. Kartini bilang, “Habis gelap terbitlah terang.” Kalimat ini bukan hanya di awang-awang, tapi keyakinan itu menjadi semangat para pejuang. Pejuang yang mencari peluang, tidak untuk mencari kesalahan dan menyalahkan. Pejuang yang terus mencoba, meski kegagalan menimpa. Pejuang yang tidak menyerah, meski keringat dan air mata tertumpah.
Milikilah hati yang ikhlas. Kita ikhlas, ketika yang terjadi tidak sesuai harapan. Orang yang kita bantu justru malah membenci dan merugikan. Ikhlas, ketika yang menjadi kebanggan itu dihancurkan. Ikhlas kehilangan yang kita miliki, meski merasakan sakit hati. Ikhlas bukan soal pasrah dan menyerah, tapi ikhlas itu bisa merelakan dan memaafkan.
Milikilah kasih dan berbelarasa, sekalipun kita pernah diadu domba. Tetap berbaik sangka, walau pernah terluka. Berbuat baik pada orang yang baik itu biasa. Orang jahat pun berbuat seperti itu. Tapi membalas kejahatan dengan kebaikan itu luar biasa.
Milikilah iman dan keyakinan. Memiliki keyakinan akan apa yang kita impikan. Memiliki iman, bahwa Tuhan akan membukakan jalan. Meraih impian agar jadi kenyataan itu pasti kita menghadapi banyak batu sandungan. Tapi ingat kadang itu cara Tuhan menjadikan impian itu menjadi kenyataan.
Inilah batu loncatan yang akan memampukan kita untuk mengukir prestasi. Tuhan melihat apa yang tidak terlihat. Tuhan mendengar apa yang tidak terdengar. Tuhan menjadi terang dalam kegelapan. Ia akan memampukan kita bangkit dari keterpurukan. Sehingga akhirnya semua menjadi baik. Karena semua akan indah pada waktunya. Deus illuminatio mea.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj.

