“Selamanya selalu bersama Yesus, Tuhanku.”
…
| Red-Joss.com | Itulah niat yang terus-menerus saya pegang. Karena sesuai dengan pesan almarhum Bapak, “Bapak, tidak bisa memberi apa-apa. Yang bisa Bapak berikan adalah iman Katolik agar kau jaga dengan baik.” Apa yang terjadi?
Saya setia dengan iman Katolik bukan lagi karena pesan dari almarhum Bapak. Melainkan karena saya mengalami sendiri, betapa amat nyatanya kehadiran Yesus dalam hidup saya.
Yesus itu nyata! Ia sungguh hadir. Penyertaan-Nya amat sempurna, karena Ia benar-benar ada dan mengagumkan. Kasih-Nya selalu melingkupi hidup saya. Sehingga niat yang ada dalam hidup saya adalah berbuat kasih. Sebab yang saya dapatkan setiap hari adalah kasih-Nya sendiri.
Maka, saya sedih, ketika melihat bahwa ada murid-murid-Nya yang tidak mengasihi, tapi membenci. Tidak berbuat kasih, tapi senang berbuat jahat. Tidak hidup dalam kesatuan kasih Yesus, tapi mudah menciptakan perpecahan. Tidak bisa mengampuni, tapi memilih mendendam. Yang menyedihkan adalah tidak berjuang untuk setia, tapi pergi meninggalkan-Nya. Kadang alasannya tidak masuk akal. Masih sebatas kebahagiaan manusiawi. Mereka abai dan lupa, bahwa hidup ini adalah kekal. Iman yang dihayati juga harus menjamin hidup yang kekal itu.
Selalu bersyukur dan terima kasih kepada siapa pun yang telah mengenalkan hidup ini dengan Yesus. Selanjutnya, setialah! Tidak usah tergoda dengan apa pun yang akhirnya membuat kita tidak setia. Karena itu memalukan!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

