“Hidup itu antara sabar dan syukur. Pas dapat syukur, pas nggak dapat sabar.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Akan ada saatnya, ketika usia bertambah bukan lagi ucapan, pujian dan hadiah dari manusia yang kita harapkan, melainkan senyuman Tuhan yang kita rindukan.
Tidak perlu malu untuk memulai, walau sedikit terlambat atau malah banyak terlambat. Kita baru belajar, memulai, tapi orang lain sudah jauh meninggalkan kita.
Sesungguhnya, hidup itu tidak tentang siapa yang tercepat. Tapi yang utama dan penting adalah semangat untuk terus berjuang.
Tidak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan, apalagi jalan pintas menuju Tuhan. Tapi kita harus selalu bersabar dan bersyukur.
Sabar untuk melalui berbagai proses. Bersabar, jika usaha belum menampakan hasil. Tapi yakinlah, bahwa perjuangan, ketekunan dan kerja keras itu tidak pernah menghianati hasil.
Syukur, sekecil apa pun berkat dan rezeki Tuhan itu mesti disyukuri. Rasa bersyukur yang membuat hidup kita bahagia. Karena orang bahagia belum tentu miliki rasa bersyukur.
Belajarlah untuk hidup ikhlas. Karena tidak semua itu bisa kita dikendalikan. Bahkan kita juga tidak mungkin kita mampu untuk menyenangkan semua orang. Tapi fokuslah pada apa yang bisa diusahakan, diperjuangkan dari pada kita larut dalam keterpurukan dan penyesalan. Lebih baik kita optimis untuk melangkah menuju masa depan daripada kita diam di tempat.
Selalu optimistis untuk wujudkan impian itu jadi nyata. Hidup makin lebih baik, dan berkenan bagi Tuhan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

