Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Dalam hidup ini, kita sungguh saling membutuhkan. Manusia dilahirkan, justru demi dan atas nama suatu kebersamaan. Bukankah manusia adalah makhluk sosial sejati? Socrates, menjuluki manusia itu sebagai ‘Zoo Politicon’, makhluk yang selalu menggerombol.
Dalam komunitas kebersamaan itu, manusia sungguh membutuhkan sebuah kata terpenting. Apa itu? Perhatian! Inilah sebuah kata emas atau kata kunci di dalam kebersamaan kita sebagai manusia.
Kelahiran manusia justru diawali oleh sikap saling perhatian antar dua orang manusia, Ayah dan Ibu.
Di saat masih balita hingga ke masa remaja, dan bahkan ke taraf pemuda, orang muda pun sangat membutuhkan perhatian dari orangtua.
Bahkan dan apalagi di masa renta atau jompo, manula pun sangat membutuhkan perhatian dari para anak mereka.
Jadi, sikap perhatian itu sungguh menjadi sebuah kata emas atau kunci dari keharmonisan hidup manusia.
Manusia itu justru lebih membutuhkan sikap perhatian dari sesamanya dibanding dengan aspek-aspek lainnya.
Fakta-fakta berikut ini, merupakan bukti nyata, bahwa betapa vitalnya sikap perhatian itu. Semisal, “Mohon perhatian, … sekali lagi, kami mohon perhatian!” Atau nasihat dari orangtua, “Nak, hati-hati di jalan, ya!”
Ternyata kedua contoh kalimat di atas, bertolak dari kata dasar yang sama, yakni hati.
Sekeping hati manusia adalah sumber dan asal segala kebaikan serta cinta.
…
Kediri, 6 November 2023

