Serpihan Jejak Musyafir -32
Ketika Tak Ada Cinta

Simply da Flores

Matahari dan sinar abadi
Itu adalah cinta tak bertepi
Ketika tak ada matahari
seperti apakah wajah semesta

Malam gulita itu cinta
Normalnya kita pejamkan mata
pulihkan letih kalah raga
Namun
karena kebutuhan hidup beraneka
malam pun banyak yang kerja
Gerak raga keluarkan tenaga
demi meraih nafkah dan makna

Debu tanah itu cinta
tak pernah lelah merangkul kita
Apa pun yang kita terima
tidak pernah kembali diminta
Karena
semuanya pasti kembali padanya

Air sungai dan samudra
itu juga fakta berkah cinta
Tanpa peran mereka semua
kehidupan lumpuh tak berdaya
Pasti kering gersang alam semesta

Angin itu rahim cinta
Tak kelihatan tetapi ada
dan beraraknya tak disangka
dari mana dan akan ke mana
Lalu
Aku, engkau kita semua
tak mampu hidup tanpa udara

Kita adalah anak-anak cinta
Kita putra-putri cinta
Kita miniatur alam semesta
Semesta melebur dalam jiwa raga
Entah disadari atau tidak
Entah diabaikan atau diterima

Tetapi
Ketika tidak ada cinta
dari matahari dan benda angkasa
Dari malam dan debu tanah
Dari air samudra dan angin
Maka
Tak ada yang bisa berkata
Tak ada yang bisa bermakna
Kehidupan pun akan tiada