Simply da Flores
…
Dari bening mata sang bocah
aku diajak menyusuri lorong kisahnya
Berliku, remang, berkelok, gulita
tanpa kata bertebaran tanda
Namun
sulit dikenali dalam remang gulita
Nasib seorang gadis belia
Pada sebuah sudut lorong
ada tempat menyapa remang
Lalu
muncul sosok wajah Ibunya
mau bersalaman tanpa kata
Sedangkan gema suara Ayahnya
sayup di rahim gulita
karena sekian tahun telah tiada
Sukma jiwa gadis belia ini
memegang erat tangan jemariku
takut melihat wajah Ibunya
yang rupanya penuh debu dan bisul
tertikam kejamnya kehidupan milenial
dan tak berdaya menghadapinya
Aku terdiam
antara harapan gadis belia
dan derita lara Ibunya
Kelam gulita merangkul fakta
Dan
kuingat ada setitik bara di relungku
Lalu
kuambil dan tiup di telapakku
jadilah seberkas cahaya terang
Maka kuberanikan diri
merangkul gadis belia dan Ibunya
kuberikan berkas cahaya di matanya
agar bisa menuntun langkah
dan tinggalkan lorong kelam
Kami bersama tersenyum
Tinggalkan gulita songsong mentari
melangkah dan berlari
meraih pesona di puncak bukit harapan
setelah dituntun secercah sinar persaudaraan
dari relung sahaja kemanusiaan
Solidaritas sesama saudara kehidupan
…

