| Red-Joss.com | Adalah benar, kemajuan teknologi itu mampu memperpendek waktu dan jarak. Tapi tidak mampu untuk menggantikan kehadiran pribadi itu secara langsung. Silaturahmi tanpa hati itu hambar.
Meskipun gambar atau video yang divisualkan oleh teknologi mutakhir itu makin prima, keren, dan dahsyat. Tapi tidak mampu menggantikan pribadi yang ada dan hadir dengan hati.
Coba rasakan dan bandingkan, jika kita videocall atau berbincang lewat zoom dengan bertemu secara langsung, ‘face to face’.
Memang benar, videocall itu mudah, cepat, praktis, dan hemat waktu maupun biaya. Tapi apakah dengan videocall itu mampu mengobati hati yang merindu? Apakah tanda emotion itu cukup mewakili letupan hati dan cinta ini?
Videocall atau zoom itu memang mampu memuaskan mata, tapi tidak mampu memuaskan hati.
Jangan bilang, bahwa silaturahmi dengan keluarga, pacar, atau teman yang berjauhan itu cukup diwakili dengan telepon, WA, atau lewat sosmed. Karena lebih cepat, murah, dan praktis
Jangan bilang silaturahmi secara langsung itu ketinggalan zaman alias kuno, buang waktu, dan biaya. Tapi apakah kita sungguh sadar, bahwa silaturahmi via telepon atau teknologi yang canggih itu mampu mengikis rasa empati, peduli, bahkan perasaan kasih dari hati ini?
Sesungguhnya, pelan tapi pasti, kita bakal kehilangan rasa peduli itu. Dengan telepon atau lewat sosmed seakan mampu mewakili kehadiran kita, faktanya tidak sama sekali. Karena kita tidak dirasakan ada dan hadir oleh keluarga atau teman, khususnya bagi yang sedang tertimpa musibah atau kesusahan itu.
Berbeda, jika kita hadir secara langsung. Karena kita mempunyai empati, peduli, dan ikut berbela rasa atas kesusahan teman atau anggota keluarganya.
Bersilaturahmi secara langsung dan dengan hati itu juga makin eratkan ikatan hubungan pertemanan, perseduluran, dan makin guyup.
“Tentang kasih persaudaraan itu tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah” (1 Tesalonika 4: 9).
Selagi ada waktu dan kesempatan baik itu, gunakan untuk silaturahmi, dan saling kunjung mengunjungi. Sebelum maut menjemput untuk memisahkan kita.
Semoga dengan bersilaturahmi, kita saling menguatkan, meneguhkan, dan bahagia.
…
Mas Redjo

