| Red-Joss.com | Siapa pun yang dipanggil untuk terlibat dalam pelayanan Gereja harus terus menjaga komitmennya.
Jangan sampai kita tidak aktif lagi, karena dipicu oleh konflik sebelumnya. Kita merasa tidak cocok lagi dengan A, B dan C.
Kita tidak aktif, karena merasa tidak dibutuhkan, tidak didengarkan, atau tidak diperhatikan lagi.
Bisa juga, kita tidak cocok dengan gembalanya, ada kesibukan, atau saatnya belum tepat, dan seterusnya.
Semua bisa membuat berbagai macam alasan, tapi Gereja sungguh membutuhkan hati, pikiran, pelayanan, partisipasi dan cinta kita.
Jika semua orang membuat alasan, lalu siapa yg mau melayani? Padahal kita harus mengambil bagian dalam 5 pilar Gereja ini, yaitu Diakonia (pelayanan), Koinonia (persekutuan), Liturgia (liturgi), Kyrgma (pewartaan), dan Martiria (kesaksian). Pilihlah salah satu sehingga kehadiran Gereja tampak dalam hidup kita.
Jangan sembunyi, menghilangkan diri, atau sekadar mencari alasan. Sumbangkan talenta kita untuk memperkaya pelayanan dalam Gereja di mana saat ini kita berada: Kategorial atau Parokial.
Untuk semangat pelayanan di Gereja itu tidak harus dirayu-rayu, jual mahal, atau (maaf) seperti orang penting. Kita harus malu hati. Karena kita dipilih Yesus untuk diutus.
Ketika sungguh mengikuti Yesus, kita harus komitmen, konsisten, dan konsekuen seperti yang ditegaskan oleh Yesus: “Setiap orang yang siap membajak, tidak tolah toleh ke belakang.” Intinya, kita harus totalitas.
Tetap semangat, setia dan bergembira untuk melayani. Tuhan sungguh berkenan dengan “a joyfull giver person”.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

