| Red-Joss.com | Learning to “Walk in the Dark” adalah nama buku karangan Barbara Brown Taylor yang memberi kita cara pandang baru untuk memahami ‘Hidup dalam Kegelapan’. Kata Barbara, bahwa manusia begitu takut dengan kegelapan. Manusia cenderung menyukai terang dibandingkan gelap.
Dalam hidup ini, kegelapan kerap dianggap sebagai simbol kesusahan, kesesakan, kesedihan, kemalangan, ketakberdayaan, derita, pupus harapan, dan lain sebagainya.
Dia memberi perspektif baru tentang kegelapan hidup: “apa yang salah, jika kita ada dalam kegelapan, masalah atau penderitaan? Apa yang salah jika kita merasa takut? Mengapa manusia selalu menghindari, bahkan ingin secepatnya ke luar masalah, penderitaan, ketakutan, kegelapan?
Adlai Stevenson di New York Times, 1962, mengatakan: “Would rather light a candle rather curse the darknes.” Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Mengumpat, memaki, mengutuk sampai mulut berbusa tidak akan mengubah keadaan sampai ada lilin bernyala. Hanya terang yang bisa mengusir gelap. Maka bawalah terang.
Seorang ibu, muslim yang taat, guru SMK, merespons tulisan yang lalu katanya: “Kisah Maria itu persis sekali dengn gambaran kehidupan saya, Pak…, sebagai istri yang seharusnya menjadi tulang rusuk (dilindungi) tapi harus jadi tulang punggung. Jam 2 dini hari saya sudag bangun persiapan memasak untuk jualan nasi bungkus yang saya titipkan di kantin dan penjaja sayur keliling. Pagi harinya tetap dengan aktivitas mengajar sebagai pendidik. Sore pulang sekolah terus ke sawah. Semua ini saya lakukan, karena saya ingin melihat anak-anak saya menjadi orang berguna nantinya. Anak pertama masih dalam proses kerja serabutan dan yang kecil baru masuk kuliah. Doa saya tiap hari cuma minta kesehatan dan tetap semangat menjalani hidup. Tidak saya pungkiri, terkadang di saat semua tidur, air mata ini meleleh meratapi hidup yang selalu menghimpit. Tapi saya memilih menyalakan pelita dan tetap berjalan, walau hidup ini terkadang terasa gelap. Saya tetap bersyukur, bahwa Allah SWT masih sayang dengan saya, masih diberi rezeki yang barokah untuk keluarga. Mohon maaf, Pak, kalau menjdi tempat dan ajang curhat saya.”
Iman kepada Allah seperti yang dimiliki Ibu ini banyak saya jumpai dalam diri Ibu-ibu muda yang oleh karena alasan tertentu memilih hidup sendiri dengan anaknya. “Learning to Walk In the Dark.”
Salam sehat dan tetap melihat terang kendati gelap.
…
Jlitheng

