Serpihan Jejak Musyafir – 30
Menggugat Rindu Damba Cinta

Simply da Flores

Kata-kata hati bergelora ke pantai
Sudah kutulis ayat rindu damba
pada setiap halaman buih ombak
agar raih pelataran jiwa
dan sampaikan syair cinta
Namun
engkau diam seperti pasir
Entah
Aku pun tak mengerti

Kutanya pada gelora samudra
tentang rasa dan damba
tentang cita dan cinta
tentang fakta dan rahasia
Mengapa tanya merasuk jiwa
Dimana kutemukan jawabannya

Pasir dan buih ombak
adalah nyanyian misteri abadi
Lagu gelombang jiwa raga
adalah fakta dan tanya
yang terus bergema mengembara
yang masih merasuk jiwa raga

Duduk di pasir pantai ini
terus kutulis kata rindu damba
Di terpa angin sepoi lautan
selalu kuukir ayat-ayat mimpi
Dibelai jemari ombak gelombang
jiwa raga mengembara berjuang
Raih harapan yang hilang
seperti memeluk jejak yang terbang

Apakah cinta itu gelombang dan buih ombak
yang tak henti menyembah pantai
Adakah rindu damba kasih sayang
hanyalah jarak samudra dan angkasa
Di manakah jawaban jiwa raga
bagi pesona senja yang ditelan gulita
Ataukah
Aku salah terpesona pada pelangi