“Jadilah orang baik, meski kadang orang lain berpikir kita cukup bodoh untuk dimanfaatkan.” – Rio, Scj
…
| Red-Joss.com | Sekat antara diandalkan dan dimanfaatkan itu kadang tidak terlihat. Kadang kita bangga, ketika kita menjadi orang yang bisa diandalkan. Sebaliknya sakit hati, kecewa, dan jengkel, bila kita tahu dimanfaatkan. Dirugikan itu pasti, karena dimanfaatkan sebagai alat dan pelengkap. Lebih parah lagi, kita seolah diperbudak dan hanya sebagai pelengkap penderita. Mungkin dari kita pernah atau sering dimanfaatkan, tapi ‘it’s OK!’
Jika orang yang memanfaatkan kita, itu artinya kita ini orang yang bermanfaat. Mungkin karena cerdas, berani, terampil, loyal, dan miliki semangat kerja tinggi.
Belajarlah untuk melihat sisi positifnya. Sadari juga dalam hal apa biasanya orang memanfaatkan kita. Bisa jadi masih ada potensi diri kita yang masih terpendam, dan ternyata justru bisa dilihat oleh orang lain.
Tidak salah memberi manfaat bagi kehidupan orang lain, selama itu masih wajar, dan tidak merugikan diri ini. Jika saat ini kita pernah, bahkan sedang dimanfaatkan itu tidak perlu khawatir. Karena itu artinya kita berada di depan orang lain, di atasnya, dan bermanfaat bagi orang lain.
Terkadang bersikap jahat itu lebih mudah ketimbang bersikap baik. Karena yang baik itu tidak selamanya dinilai baik dan nyatanya yang baik sering dimanfaatkan. Ingat kita tidak mungkin mengendalikan perkataan, komentar, dan sifat orang lain. Tapi kita bisa mengendalikan respon kita terhadap orang lain. Tidak semua keadaan baik, tetapi selalu ada hal baik yang bisa kita syukuri. Meski keadaan tidak baik, tetaplah menjadi orang baik.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

