(untuk Sang Pelukis dan Pemiliknya)
…
Simply da Flores
…
Ketika langkahku tiba di rumahmu
aku terkejut dan kebingungan
karena pintumu tertutup rapat
dan tak ada yang menyahut
ketika coba kuketuk memanggil
Namun
ada jendela jiwamu terbuka lebar
dan aku bisa memandangnya
Kedua bola mata indah
membawaku berkelana jauh
menyusuri ruang-ruang pribadimu
Saat hendak pulang
Engkau buka pintu rumahmu lebar
dan aku semakin terpesona
berlangkah membawa pesan makna
“Pulang dan lukiskan
Siapakah aku menurutmu
Buatlah kisah pengalamanmu
setelah menyusuri ruang pribadiku
Karena
tidak banyak yang kuizinkan
menjelajah ruang rumah diriku
Apalagi membuka pintu hatiku
menjelajah ruang relung jiwaku”
Sambil menerawang gelombang samudra
Kutanya pada asap dan kopiku
apa yang harus kulukiskan untuknya
menjawab pesan dan tanya darinya
Tentang kuas dan kanvas kerinduannya
Tentang mata jendela jiwanya
Tentang isi ruang suka dukanya
Tentang pintu hati nuraninya
Tentang bingkai jejak langkahnya
Tentang lagu yang dinyanyikannya
Tentang siapakah diri pribadinya
Pekat hitam kopiku tersenyum menjawab
“lukiskan untuknya tentang mata
Ada lima mata dalam pribadi
Lukiskan dua mata raganya
Katakan ada mata rasa
Sampaikan ada mata pikiran
Jelaskan ada mata nurani
Kisahkan ada mata jiwa
dalam diri setiap orang
termasuk engkau dan dia”
Kepulan asap rokokku menambahi
“Dua mata raga manusia
Adalah jendela setiap pribadi
juga pintu bagi sosok insani
Bisa menjadi indah atau tidak
tergantung tenunan mata nalar
Warna dari mata rasa
Motif dari mata nurani
dan bingkai dari mata jiwa
Semuanya akan terlukis nyata
pada kanvas tutur kata
pada halaman tingkah laku
pada lembaran keputusan
Yang dipamerkan pada waktu
dan hari-hari yang terjadi”
Kulukiskan sepasang mata indah
dengan pena huruf dan kata
Jadilah ayat-ayat warna
Terpatri bait sosok wajahnya
Kubingkai dengan judulnya
Lalu
Kukirim kepadanya sebuah sajak
dengan judul sederhana saja
“Melukis Sepasang Mata Indah”
seperti gambar yang ia berikan
dan apa yang kusaksikan
dalam dialog perjumpaan ajaib
Antara samudra dan angkasa
Antara harapan rindu damba
Antara fakta dan kata-kata
dirangkul gelora energi cinta
…

