Simply da Flores
…
Tetes air jatuh dari pelupuk jiwaku
satu persatu jadi sungai kolam
dan
mengalir nyanyian sanubari
Warna-warni suka duka
Kuambil dan kurangkai
pada kanvas jejak kelana
Kulukis wajahku sendiri
Kugores sosok rasa nurani
Kupatrikan damba jiwa pribadi
Kuwarnai seperti pelangi
Dan
aku rapikan dengan bingkai
pada setiap dinding hari
Aku kagum dan diam
menatap lukisan potret diri
yang ternyata belum selesai
yang tampaknya misteri
yang terus mengusik inspirasi
yang selalu berkelana mencari
sosok makna dan arti
Antara fakta dan harapan
Antara samudra dan angkasa
Antara jemari dan sanubari
Antara senyum bibirku
dan kedis bola mataku
Antara hitam putih dan warna-warni
Aku terus melukis
pada halaman kanvas waktu
pada jejak debu tanah
pada lembaran mimpi-mimpi
pada rindu damba pesona
pada wajah gelombang zaman
pada kedua telapak tanganku
Dan
jemariku tak berhenti berlari
ikuti arah desah nafas
susuri aliran desir darah
meraih pelabuhan hati sesama
melintas ruang jagat semesta
Mencari wajah Sang Pelukis Cinta
…

