| Red-Joss.com | Tuhan tersentuh dengan pengalaman kita. IA mengunjungi dan tinggal di tengah-tengah kita.
“God has visited his people” (Lk 7: 16).
Sesungguhnya pengalaman rutin untuk mengalami kehadiran Tuhan adalah lewat berdoa. Sehingga dari hari ke hari agar kita makin tekun dalam berdoa, dan kian dekat dengan Tuhan.
Selain itu pengalaman yang tidak terduga untuk mengalami dan merasakan kehadiran Tuhan itu, juga bisa lewat kehadiran sahabat di sekitar kita. Kita dituntut makin peka dan jeli melihat kehadiran sahabat itu menjadi penampakan cinta dan kebaikan Tuhan yang paling nyata.
Sedang pengalaman yang paling mengesankan adalah mengalami kehadiran Tuhan lewat peristiwa hidup kita yang khusus.
Ketika kita sedang mengalami pergumulan hidup, bergulat dengan persoalan, mengalami kekosongan, dan putus asa.
Ketika kita tengah berjuang dengan peristiwa sakit yang sedang diderita, memurnikan hidup dari dosa, dan sebagainya.
Pada peristiwa-peristiwa seperti itu, kehadiran Tuhan begitu terasa. Kita berdoa, Tuhan mendengarkan.
Kehadiran Tuhan itu menafasi semangat hidup kita. Pada saat yang tepat, batin kita tersambung dengan-Nya.
Tidak heran pengalaman dalam Injil itu amat indah. Menyentuh, menggugah, dan menyemangati. Ada konektivitas antara pengalaman batin manusia dengan kehadiran Tuhan.
Sebagai contoh seorang Ibu dalam kesedihan ditinggal oleh puteranya. Para tetangga menunjukkan kebaikan dengan menghibur Ibu dan kelyarga. Lalu Tuhan hadir untuk menguatkan dan menjawab doanya. Yang terjadi adalah ada hidup baru dan sukacita bagi semua. Begitulah kehadiran Tuhan!
Kita tentu tahu, kapan saat Tuhan mengunjungi kita. Teruskan saja kebiasaan-kebiasaan baik yang sudah dilakukan selama ini. Sejauh kita tidak meragukan-Nya. Tuhan datang dalam kehidupan kita.
Begitu pula saat Tuhan datang pada kehidupan yang lain, daya kehadiran-Nya juga kita rasakan: “He is visiting us right now.”
Izinkan Tuhan datang mengunjungi kita. Terimalah berkat dan syukuri anugerah-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

