| Red-Joss.com | Tidak semudah itu. Alangkah bijak, sebelum menginjak pedal gas itu dalam-dalam, kita melihat kondisi kendaraan sendiri dan jalan yang hendak dilalui agar tidak terjadi kecelakaan dan kita menyesalinya.
Celaka, jika kita menginjak gaspool itu sekadar menuruti emosi. Kita tidak tahu kondisi riil layak tidaknya kendaraan itu. Kita ngebut supaya cepat sampai di tempat tujuan. Meskipun jarak yang ditempuh itu sebenarnya tidak jauh.
Sebaliknya, kita menyesalinya, jika kendaraan yang tidak layak jalan itu dipaksakan. Karena tidak pernah dicek dan dilakukan servis berkala. Ketika digunakan ngebut, tiba-tiba kendaraan itu rusak, sehingga terjungkal atau tabrakan.
Sesungguhnya apa tujuan kita ngebut, sehingga harus gaspool?
Saya jadi ingat, ketika berdagang. Saya memperoleh order pesanan barang dari pelanggan baru senilai puluhan juta. Jika barang itu bagus dan sesuai pesanan, saya bakal diberi order yang lebih besar lagi.
Tawaran itu menggiurkan sekali dan harus dimanfaatkan dengan baik. Meski tertarik, tapi saya tidak lantas mengiyakan. Karena saya ‘eling lan waspada’ agar tidak celaka dan rugi.
Bukan berarti saya tidak percaya dengan pelanggan baru, tapi saya berhati-hati. Dari mana ia tahu saya, siapa yang memberi referensi, dan sebagainya. Tujuannya agar saya tidak tertipu.
Apalagi di tahun politik ini. Ketika tawaran partai untuk berkoalisi itu datang dari empat penjuru dan menggebu-gebu. Maksud dan tujuan pun sama ingin dibagi kue kekuasaan.
Nah, sebelum terlanjur. Lebih bijak satukan persepsi demi kepentingan jangka panjang untuk Indonesia Jaya.
Tidak ada gunanya, jika kendaraan yang tak layak jalan itu dipaksakan. Pedal gas itu diinjak dalam-dalam. Gaspool dengan saling menghasut, menjelekkan, memfitnah, dan saling melukai.
Ingat selalu tujuan para pendiri bangsa ini. Camkan pula semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang telah mendunia itu. Meskipun berbeda-beda, tapi kita tetap satu. Berpolitik bijak untuk makin mendewasakan kita demi kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.
Satukan semangat dan bulatkan tekad demi Indonesia Jaya!
…
Mas Redjo

